TribunJateng/
Home »

Jawa

Pasar Suruh di Kabupaten Semarang Bakal Direlokasi?

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang, M Natsir menuturkan wacana tersebut sudah bergulir

Pasar Suruh di Kabupaten Semarang Bakal Direlokasi?
tipentipunk.blogspot.co.id
Pasar Suruh Semarang minta direvitalisasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pasar Suruh di Kabupaten Semarang bakal direlokasi?

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang, M Natsir menuturkan wacana tersebut sudah bergulir setidaknya tiga kali.

"Pascalebaran, memang muncul dua opsi. Dibangun di lokasi yang baru atau tetap di tempat yang lama. Munculnya opsi tersebut sebagai tindaklanjut kami dari tidak disetujuinya usulan eksekutif yang disampaikan kepada DPRD, untuk meminta tambahan dana sebesar sekitar Rp 8 miliar," jelas Natsir kepada Tribun Jateng, Rabu (13/9/2017).

Usulan tersebut muncul karena dana bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 6 miliar masih kurang untuk merealisasikan program revitalisasi Pasar Suruh.

Pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 14 miliar, jumlah itu belum termasuk relokasi pedagang ke lokasi sementara.

"Kalau dipaksakan Rp 6 miliar, pembangunannya hanya tercapai sekitar 40 persen. Double anggaran (APBN dan APBD), katanya pun tidak bisa. Akhirnya hingga saat ini dana bantuan dari Pemerintah Pusat tidak kami gunakan. Dan untuk membangun pasar itu, akan menggunakan murni APBD Kabupaten Semarang," jelasnya.

Pemerintah condong membangun pasar di lokasi baru karena lahannya lebih luas.

Lokasi yang disiapkan ada di Desa Suruh (lahan bengkok) seluas sekitar 15.000 meter persegi.

Sedangkan Pasar Suruh saat ini luasnya hanya 4.000 meter persegi.

"Adanya lahan seluas itu, kami pun ingin sekaligus bangun fasilitas pendukung lainnya yang terintegritas. Rencananya selain pasar rakyat, juga dalam satu kompleks itu ada pasar hewan dan subterminalnya. Pertimbangan lain, karena jalur di sana bakal semakin padat, terlebih berdekatan dengan Exit Tol Bawen-Salatiga," terang Natsir.

Terkait hal itu, Pemkab Semarang telah melakukan tiga kali pertemuan, tetapi yang diikuti dinas hanya dua kali.

Sebab, dalam hal pembangunan menjadi tupoksi di dinas lain atau Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help