TribunJateng/
Home »

Solo

Pelaku Kesenian di Solo Didorong Bikin Event Seni di Kampung-kampung

Agenda seni budaya terpusat di Benteng Vastenburg, Stadion Manahan, Taman Balekambang, Pamedan Mangkunegaran, dan kompleks Sriwedari.

Pelaku Kesenian di Solo Didorong Bikin Event Seni di Kampung-kampung
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Suasana pembukaan SIPA 2017 di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis (7/9/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Dinas Pariwisata mendorong para pelaku kesenian menciptakan kantong kesenian baru di kota tersebut.

Tujuannya lebih menegaskan status Solo sebagai kota budaya.

"Kalau kami, ingin agar tidak di situ-situ saja kegiatan kebudayaan digelar,” ungkap Kepala Disparta Solo Anggoro Hexa, Selasa (12/9/2017).

Dia yakin jika penyelenggaraan tersebar di kampung-kampung, dapat mendekatkan masyarakat masyarakat Solo dengan seni dan budaya.

"Kami berharap cara ini bisa memancing kreativitas masyarakat sekaligus mengurangi kejenuhan lantaran event budaya hanya berlangsung di pusat kota," tuturnya.

Hexa menyebut selama ini agenda seni budaya terpusat di Benteng Vastenburg, Stadion Manahan, Taman Balekambang, Pamedan Mangkunegaran, dan kompleks Sriwedari.

Pembaruan lokasi pertunjukan seni pun mutlak diperlukan.

"Kemarin, misalnya, ada Festival Kampung Kota di kampung-kampung Solo. Kemudian ada kegiatan di Monumen Juang 45 di Banjarsari. Itu baik sekali,” ujarnya.

Ide tersebut bukan tanpa kendala.

Masalah utama menurut Hexa adalah ruang publik yang bisa digunakan masih kurang luas untuk event berskala besar.

“Kalau perhelatannya besar berlokasi di Monumen 45, jelas tak mungkin bisa. Selama ini kami dorong tapi dalam pelaksanaaannya bisa lain pendapat,” terang dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help