TribunJateng/

Kasus Pembunuhan

PEMBUNUH Mengaku Sakit Hati Nggak Dikasih Pesangon oleh Juragan Garmen

Pembunuhan terhadap pasutri juragan garmen bernama Husni Zakarzih (57) dan Zakiyah Masrur (54) diduga karena sakit hati

PEMBUNUH Mengaku Sakit Hati Nggak Dikasih Pesangon oleh Juragan Garmen
facebook
Pasutri korban pembunuhan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembunuhan terhadap pasutri juragan garmen bernama Husni Zakarzih (57) dan Zakiyah Masrur (54) diduga karena sakit hati. Dua tersangka yang sudah diringkus polisi mengaku sakit hati dendam karena mereka di-PHK tidak diberikan pesangon. Para pembunuh adalah mantan pekerja di pabrik garmen milik korban.

Para pelaku mendatangi rumah juragan garmen asal Pekalongan di jalan Pengairan No 21 RT 11 RW 06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat. Mereka berniat untuk minta uang pesangan.

Kasubdit VI Ranmor Direskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus mengatakan tiga tersangka adalah Ahmad Zulkifi asal Banten, Engkus Kuswara (33) warga Ciamis dan Sutarto (46) warga Grobogan.

Pelaku pembunuhan pasangan suami istri Husni Zakarzih (57) dan Zakiyah Masrur (54) ditangkap jajaran Polda Metro Jaya. Tiga orang pelaku ditangkap oleh Polisi saat sedang foya-foya karaoke di daerah Grobogan Jawa Tengah. Satu tewas ditembak karena berontakakan kabur.
Pelaku pembunuhan pasangan suami istri Husni Zakarzih (57) dan Zakiyah Masrur (54) ditangkap jajaran Polda Metro Jaya. Tiga orang pelaku ditangkap oleh Polisi saat sedang foya-foya karaoke di daerah Grobogan Jawa Tengah. Satu tewas ditembak karena berontakakan kabur. (tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas)

Ahmad Zulkifli adalah mantan sopir korban yang telah bekerja selama 20 tahun. Dia ditangkap bersama Enkus dan Sutarto di Grobogan saat sedang foya-foya. Setelah menangkap tiga tersangka, polisi mengembangkan kasus ini ke Kudus.

Polisi mengajak tersangka untuk menunjukkan toko emas dimana para tersangka menjual emas hasil rampasan milik korban di Kudus. Namun Ahmad Zulkifli berontak dan akan kabur. Polisi kemudian menembak dia hingga tewas. Sedangkan dua tersangka yaitu Engkus dan Sutarto juga ditembak di kakinya karena akan kabur.

Tersangka pembunuh pasutri pengusaha garmen sudah ditangkap Polda Metro Jaya, Rabu 13 September 2017. Kini dua tersangka sedang ada di RS Bhayangkara Semarang
Tersangka pembunuh pasutri pengusaha garmen sudah ditangkap Polda Metro Jaya, Rabu 13 September 2017. Kini dua tersangka sedang ada di RS Bhayangkara Semarang (tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas)

Menurut pengakuan tersangka kepada polisi, Sutarto adalah mantan pekerja di pabrik garmen milik korban yang sudah bekerja selama 20 tahun. Sedangkan Engkus Kuswara (33) pernah kerja menukang di rumah korban

Polda Metro Jaya bersama Polda Jateng gelar perkara kasus curas ini di RS Bhayangkara di Kota Semarang, Rabu (13/9/2017).

Menurut keterangan polisi, Sutarto sakit hati karena setelah puluhan tahun bekerja di pabrik korban, tidak diberikan pesangon saat pabrik itu tutup. Sutarto dan Zulkifli tidak memiliki pekerjaan dan tidak diberikan pesangon.

"Mereka sakit hatinya di situ. Puluhan tahun ikut korban. Setelah pabrik tutup mereka tidak diberi pesangon dan lontang lantung," tuturnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help