TribunJateng/
Home »

Solo

September Ini, Parkir di Jalan Gatot Soebroto Solo Tak Lagi Pakai Uang Tunai Tapi Sistem Elektronik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bakal menambah 10 mesin parkir elektrik (e-parkir) di sepanjang koridor Jalan Gatot Subroto, Solo.

September Ini, Parkir di Jalan Gatot Soebroto Solo Tak Lagi Pakai Uang Tunai Tapi Sistem Elektronik
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Parkir elektronik menggunakan sistem e-money diterapkan di Jalan Gatot Soebroto, Solo, mulai Jumat (4/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bakal menambah 10 mesin parkir elektrik (e-parkir) di sepanjang koridor Jalan Gatot Subroto, Solo. Hal tersebut dilakukan untuk menggalakkan transaksi nontunai di Kota Bengawan.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Solo M Usman, menuturkan, saat ini, di Jalan Gatot Soebroto sudah ada dua titik penempatan e-parkir.

"Nanti, akan ditambah sepuluh titik lagi di sepanjang jalan itu," jelas Usman, Rabu (13/9/2017).

Dirinya menerangkan, 10 titik tersebut difungsikan untuk area parkir roda dua dan roda empat yang berada di pelataran Pasar Singosaren dan toko-toko lain di sepanjang jalan tersebut.

(Baca: Terminal Terboyo Semarang Segera Jadi Kenangan, Beralih Fungsi Jadi Lahan Parkir Truk)

Rencananya, e-parkir itu akan diletakkan di pelataran timur, selatan, dan barat Pasar Singosaren. Juga, di sisi timur dan barat Jalang Gatot Soebroto.

"Nanti disesuaikan untuk roda dua dan roda empat. Kalau di Jalan Gatot Soebroto sisi timur, khusus roda empat. Dan, sisi barat untuk roda dua, ditambah sejumlah titik parkir di pusat kegiatan kota," jelas Usman.

Saat ini, mesin e-parkir masih dalam tahap pengerjaan. Meski begitu, Usman optimistis, 10 mesin e-parkir tersebut bisa terpasang dan difungsikan September ini.

"Pengadaan 10 mesin baru tersebut merupakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari BRI," bebernya.

Penempatan mesin e-parkir ini diharapkan bisa memaksimalkan transparansi pembayaran parkir. Selain itu, dari sisi pengguna, e-parkir juga lebih aman dan efektif karena setiap kerusakan atau kehilangan di lahan parkir dibebankan pada pengelola parkir.

"Tidak ada lagi kalimat 'harap awasi barang bawaan' sebagai alasan karena pengawasan dan pengaturan parkir semua dibebankan pada pengelola. Apalagi, bagi hasil parkir adalah 60 persen masuk pengelola dan 40 persen sisanya langsung masuk PAD kota Solo," papar Usman.

(Baca: Tarif Parkir di Bandara Capai Rp 3.000, Pengguna Ini Minta Diturunkan)

Guna memaksimalkan pengoperasian mesin e-parkir, Dishub gencar melakukan sosialisasi di sejumlah kecamatan.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno berharap, penambahan mesin e-parkir di Jalan Gatot Soebroto dapat menunjang implementasi nontunai pada pemerintah kota atau kabupaten.

"Penerapan tersebut sesuai Surat Edaran (SE) Mendagri 910/1867/SJ 2017 tentang implementasi taransaksi no tunai," jelas Hari. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help