TribunJateng/

Popnas 2017

Wahyu Yakin Sabet Emas Popnas Usai Juarai AKF di Kazakhstan

Wahyu Mukti Wijaya Yakin Sabet Emas Popnas Usai Juarai AKF di Kazakhstan. Pada gelaran Popnas XIV kali ini, Wahyu mematok target menggondol emas

Wahyu Yakin Sabet Emas Popnas Usai Juarai AKF di Kazakhstan
tribunjateng/hermawan handaka
Menteri pemuda dan olahraga Imam Nahrawi berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Popnas XIV 2017 di Lapangan Pancasila Kota Semarang, Selasa (12/9). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Dalam latihan sparing ‎partner, sedikit mengalami luka itu sudah biasa. Namanya juga latihan, kena pukul atau tendangan itu wajar, tak apa, yang penting safety," kata atlet cabang olahraga (Cabor) Karate Jateng, yang akan turun gelanggang dalam gelaran Popnas XIV di Jateng, Wahyu Mukti Wijaya, kepada Tribun Jateng.

Bahkan, tak jarang bibir Wahyu pecah terkena pukulan dalam sparing partner. "Kemarin bibir sempat pecah, berdarah, kena ‎pukul. Mata sebelah kiri, baru saja sembuh, sebelumnya kena tendangan, sampai lebam biru," sambung siswa kelas XI SMAN 11 Semarang itu.‎

Kontingen Jawa tengah dalam defile melintas di depan panggung kehormatan di lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Selasa (12/9/2017) malam.
Kontingen Jawa tengah dalam defile melintas di depan panggung kehormatan di lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Selasa (12/9/2017) malam. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Pada gelaran Popnas XIV kali ini, Wahyu mematok target menggondol medali emas. Menurut dia, hal itu sebagai pengobat lara, setelah pada Popnas XIII di Jabar sebelumnya ia gagal meraih medali.

"Popnas tahun ini harus dapat emas, kami sudah berlatih keras untuk ini. Selain memperbanyak latihan teknik dan fisik, kami juga lebih sering sparing partner," kata atlet putra yang akan turun di Komite Under 55 Kg Junior itu.

Target yang dipatok Wahyu dirasa tak muluk, dan dapat terealisasi. ‎Pasalnya, sebelum gelaran Popnas XIV, Wahyu berhasil meraih medali emas Komite Under-55 Kg Junior dalam gelaran Asian Karate-Do Federation (AKF) 2017 yang digelar pada‎ Juli lalu di Kazakhstan.
Tak hanya itu, sebelum gelaran ‎di Kazakhstan, atlet yang berlatih Karate sejak usia taman kanak-kanak (TK) itu juga menyabet beberapa medali bergengsi lain. Di antaranya medali emas dalam gelaran South East Asia Karate Federation (SEAKF) 2017 yang dihelat di Semarang pada Mei lalu.

"Pada Kejurnas Piala Mendagri 2017 di Lampung pada Maret lalu,‎ saya juga menyabet medali emas. Bahkan, kala itu saya berhasil menyabet titel Best of The Best," tuturnya.
Tim pelatih Karate Jateng, Apriyanto menuturkan, pada gelaran Popnas XIV pihaknya mengirimkan 18 atlet yang akan turun dalam berbagai kelas. Sebanyak 18 atlet yang dikirimkan terdiri dari sembilan atlet putra, dan sembilan atlet putri.

"Ada 16 kelas yang dipertandingkan, tentu kami ingin mendulang banyak emas‎. Tetapi kami realistis, setidaknya minimal dua medali emas harus kami raih. Satu di antaranya dari Komite Under-55 Kg putra," tuturnya.

Selama beberapa waktu terakhir, menurut dia, pihaknya menggelar training center (TC) di dua tempat ‎berbeda. Yakni, di Wisma Ide'a dan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), kompleks Stadion Jatidiri Semarang.

"Tiap hari kami latihan pada pukul 08.00-10.00 pagi, dan sore harinya pada sekitar pukul 16.00-18.00," jelasnya.

Selain memberikan latihan teknik ‎dan fisik, Apri juga selalu memberikan penguatan mental bagi para atlet. "Kami selalu memberikan motivasi ke anak-anak. Setiap saat kami juga selalu siap mendengar keluh-kesah mereka," ucapnya.

‎Dia mengakui, selama masa pemusatan latihan, tak sedikit atlet yang mengalami kejenuhan. Karena itu, ia dan tim pelatih sesekali membuat menu latihan yang berbeda.
"Jenuh itu pasti, karena itu kadang kami variasikan menu latihan dengan mengajak anak-anak keluar. Misalnya, renang bareng-bareng atau lain-lain," tandasnya. (tribunjateng/cetak/tim lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help