TribunJateng/

80 Tahun Usai Penemuan Cokelat Putih, Akhirnya Cokelat Jambon Ditemukan. Bukan Rekayasa Genetik!

Dan kini sebuah toko permen di Swis menemukan warna keempat yakni jambon alias pink

80 Tahun Usai Penemuan Cokelat Putih, Akhirnya Cokelat Jambon Ditemukan. Bukan Rekayasa Genetik!
istimewa
Contoh cokelat warna jambon (pink) produksi Barry Callebaut. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cokelat, selain memiliki warna sesuai namanya selama ini dikenal dalam kelir hitam dan putih. Warna yang disebut terakhir ditemukan 80 tahun silam.

Dan kini sebuah toko permen di Swis menemukan warna keempat yakni jambon alias pink.

Dilansir dari laman thewisegrad.com, cokelat jambon ini merupakan jenis cokelat yang benar-benar baru.

Sebab, selain warnanya, rasanya juga disebut-sebut sebagai "pengalaman baru mengenai citarasa".

"A fusion between(gabungan antara) berry-fruiteness and luscious smoothness," klaim juru bicara Barry Callebaut, toko aneka olahan cokelat asal Swis yang menemukan cokelat jenis baru ini.

Kelir jambon sendiri dikatakan sang jubir bukan hasil dari pewarna buatan, melainkan dari biji cokelat merah delima yang disebut ruby cocoa beans.

Dari biji ini, muncul warna pink dan rasa buah beri yang tidak ada di cokelat jenis lain.

"Cokelat jenis ini asli tanpa rekayasa genetika dan tumbuh di Pantai Gading, Ekuador dan Brazil," urai petugas bagian Inovasi dan Kualitas Produk Barry Callebaut, Peter Boone sesuai theguardian.com.

CNBC memperkirakan butuh waktu enam bulan sebelum produk anyar ini masuk pasaran.

Alasannya, Berry Callebaut tidak menjualnya ke pelanggan langsung melainkan mensuplainya ke perusahaan-perusahaan.

Dengan demikian, harapan pecinta cokelat akan munculnya aneka produk cokelat warna pink di pasaran bisa terpenuhi. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help