TribunJateng/

Belum Genap Satu Tahun, LBH Semarang Tangani 2 Kasus Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Semarang

Narahubung LBH Semarang, Rizky Putra Edry, mengatakan, belum ada satu tahun, pihaknya menangani dua kasus kekerasan oleh oknum Satpol PP Kota Semarang

Belum Genap Satu Tahun, LBH Semarang Tangani 2 Kasus Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Semarang
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Seorang pengamen melaporkan oknum satpol Pp yang memukulnya ke Mapolrestabes Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang menilai, tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP bukanlah yang pertama dalam pelaksanaan penegakan Perda di Kota Semarang.

Narahubung LBH Semarang, Rizky Putra Edry, mengatakan, belum ada satu tahun, pihaknya telah menangani dua kasus kekerasan oleh oknum Satpol PP Kota Semarang.

Selain pengamen yang dipukul saat pemeriksaan di kantor Satpol PP, ada juga seorang tukang becak yang dipukul saat Satpol PP melakukan penertiban.

"November 2016, ada seorang tukang becak bernama Seger yang dipukul (oknum Satpol PP)," tuturnya saat mendampingi Suprihatin, di Mapolrestabes Semarang, Kamis (14/9/2017).

(Baca: Selepas Mengamen, Supri Ditangkap Satpol PP, Dipukul Pakai Rompi Hingga 3 Kali)

Rizky mengungkapkan, hal ini menunjukkan, belum ada perbaikan terkait sumber daya manusia (SDM) internal Satpol PP dalam menegakkan perda.

Rizky pun mendesak Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan evaluasi.

"Berdasarkan kajian kami pada PP Nomor 6 tahun 2010 tentang Satpol PP, Pasal 18 huruf b menyatakan, Satpol PP bisa diberhentikan karena melanggar disiplin. Sementara, di dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Satpol PP, petugas Satpol PP tidak diperkenankan bermain fisik. Selain itu, korban juga ditanya terlebih dahulu dan diberi ruang untuk berbicara," terangnya.

(Baca: Anggotanya Pukuli Pengamen, Begini Tanggapan Satpol PP Kota Semarang)

Sebelumnya, seorang pengamen asal Grobogan, Suprihatin, mengaku dipukul oknum Satpol PP Kota Semarang saat pemeriksaan di kantor Satpol PP Kota Semarang, Selasa (12/9/2017) malam. Akibat kejadian tersebut, Suprihatin mendapat luka di pelipis kiri.

Didampingi LBH Semarang, Suprihatin melaporkan kejadian tersebut Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang, Kamis. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help