TribunJateng/

Penyalahgunaan Obat

Berubah Menjadi Seperti Orang Gila Seusai Minum Pil Ini, Apa Sebenarnya PCC?

Banyak yang berubah menjadi seperti orang gila setelah minum PCC, apa sebenarnya pil ini dan dampak bagi pengguna?

Berubah Menjadi Seperti Orang Gila Seusai Minum Pil Ini, Apa Sebenarnya PCC?
KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI
Salah satu pasien yang dirawat di RSJ Kendari setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diduga narkoba. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya anak muda yang tak sadarkan diri dan harus dibawa ke rumah sakit jiwa setelah mengonsumsi pil Paracetamol Caffeine dan Carisoprodol (PCC) membuat banyak pihak penasaran. Apa sebenarnya pil ini dan dampak bagi pengguna.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid Cerdas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Susanto, menjelaskan, pil PCC merupakan obat yang efeknya langsung menyerang sistem saraf pusat. Hanya saja, obat ini tak masuk kategori narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

"Itu (pil PCC) tidak masuk kategori narkoba‎, semacam obat anti-depresan tapi punya efek yang mirip-mirip," kata Susanto kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/9).

(Baca: Remaja Ini Telan 3 Jenis Obat Sekaligus. Saat Bangun Ia Sudah Terikat di Rumah Sakit Jiwa)

‎Disampaikan, pil PCC banyak beredar di luar Pulau Jawa. Sementara, obat-obatan serupa yang banyak beredar di Jawa Tengah dan kota-kota lain di Pulau Jawa, di antaranya Trihex dan Hexymer.

"Ini, seharusnya, obat-obatan yang tidak dijual bebas. Tapi, faktanya, banyak tersedia di pasaran sehingga masyarakat ‎mudah mendapatkan," ucap Susanto.

Menurut dia, untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan yang punya efek langsung menyerang sistem saraf pusat, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait.

Utamanya, dari kepolisian, Dinas Kesehatan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kasus semacam ini butuh penanganan serius karena efeknya yang cukup berbahaya bagi masyarakat secara luas," ujarnya.

(Baca: Tora Sudiro Dapat Dumolid dari Siapa? Begini Pengakuannya)

Ditambahkan, obat-obat semacam ini juga menimbulkan ‎efek kecanduan atau adiktif. Sehingga, mereka yang mengonsumsinya cenderung menambah dosis pemakaian untuk menimbulkan efek tertentu.

"Ini yang bisa menyebabkan kematian. Terkadang, tak hanya menambah dosis, melainkan mencampur dengan jenis obat lain," kata Susanto. (*)

Simak berita lengkap tentang pil PCC dan peredarannya di Tribun Jateng edisi cetak, Jumat (15/9/2017).

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help