TribunJateng/

Cagar Alam Pulau Sempu Malang Rusak Akibat Sering Dikunjungi Wisatawan

Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang, banyak dikunjungi wisatawan. Akibatnya, sebagian wilayah yang seharusnya terlarang bagi wisatawan itu rusak.

Cagar Alam Pulau Sempu Malang Rusak Akibat Sering Dikunjungi Wisatawan
KOMPAS.com/Andi Hartik
Peta daerah terdampak aktivitas wisatawan di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Cagar Alam Pulau Sempu di seberang Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, banyak dikunjungi wisatawan. Akibatnya, sebagian wilayah di dalam kawasan yang terlarang bagi wisatawan itu rusak.

Kepala Sub Direktorat Pemolaan Kawasan Konservasi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Chadidjah mengatakan, kerusakan di kawasan cagar alam itu semakin melebar seiring banyaknya kunjungan ilegal ke lokasi tersebut.

Sesuai fungsinya, cagar alam terlarang untuk aktivitas wisata. Kawasan cagar alam hanya diperbolehkan bagi kegiatan penelitian dan pendidikan. "Memang (terjadi kerusakan) pada area yang sudah dikunjungi," katanya dalam Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam Pulau Sempu di Kota Malang, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Melihat Penangkaran Hiu di Pulau Menjangan Taman Nasional Karimunjawa)

Menurut Ketua Tim Evaluasi Kesesuaian Fungsi ini, kerusakan terjadi di sekitar pantai yang biasa menjadi tujuan wisatawan, semisal, Pantai Segara Anakan. Selain itu, daerah di sepanjang jalan setapak juga rusak karena sering dilalui wisatawan.

"Pijakan - pijakan di jalan setapak ini kelihatan melebar. Biasanya, kalau hujan itu kan licin jadi mereka mencari jalan lain," katanya.

Sementara itu, antusiasme wisatawan mendatangi pulau itu cukup tinggi. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar Pulau Sempu mendapat untung. Mereka mendapat pekerjaan lewat cara mengantarkan wisatawan menyeberang dari Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang bertindak sebagai porter.

Tidak hanya itu, Pemerintah Desa Tambakrejo mengenakan retribusi masuk seharga Rp 5.000 per wisatawan yang hendak ke Pulau Sempu, sesuai Peraturan Desa Tambakrejo Tahun 2013. Dalam setahun, retribusi yang diterima bisa mencapai Rp 1,2 miliar.

(Baca: Menikmati Hutan dan Gajah di Ekowisata Tangkahan di Taman Nasional Gunung Leuser)

Padahal, aktivitas wisata di Pulau Sempu tersebut merupakan aktivitas yang ilegal. Bahkan, Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengaku tidak mengetahui perihal pengenaan retribusi tersebut.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help