TribunJateng/

Bencana Kekeringan

Kekeringan, 200 Kepala Keluarga di Kutabawa Purbalingga Terpaksa Beli Air Setiap Hari

Desa Kutabawa, Karangreja menjadi satu di antara desa yang mengalami kekeringan parah tahun ini.

Kekeringan, 200 Kepala Keluarga di Kutabawa Purbalingga Terpaksa Beli Air Setiap Hari
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Seorang anak menunggu ayahnya yang sedang mengantri air di sumur yang dikelola desa Wonosari, Patebon, Kendal, Jumat (25/08/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga.

Bencana itu membuat warga harus berjuang memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

Desa Kutabawa, Karangreja menjadi satu di antara desa yang mengalami kekeringan parah tahun ini.

Kades Kutabawa Edi Suroso mengatakan, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Bambangan mengalami kesulitan air bersih.

Baca: BREAKING NEWS : Rem Blong, Truk Pengangkut Bir Tabrak Rumah dan Mobilio di Banyumanik

Sumur milik warga sudah mengering sejak memasuki musim kemarau.

Karena tak ada sumber air bersih di desa, warganya harus berebut air bersih ke desa tetangga berjarak berkilometer.

"Untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus mencari ke desa yang ada di bawah. Atau kalau tidak, kami harus menunggu hujan,"katanya, Kamis (14/9)

Puncak kemarau tahun ini diprediksi terjadi akhir September mendatang.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help