TribunJateng/

Ketua DPRD Kota Semarang: ATCS Bisa Jadi Bukti Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Tak hanya menegur atau tilang pengendara, Supriyadi berharap keberadaan ATCS dapat menegakkan perda yang telah disusun oleh legislatif.

Ketua DPRD Kota Semarang: ATCS Bisa Jadi Bukti Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan
DAILY MAIL
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengapresiasi langkah eksekutif dalam mengembangkan Semarang Smart City melalui program Area Traffic Control System (ATCS).

Peruntukan ATCS dia harapkan tidak hanya untuk menilang melainkan juga bukti denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

Supriyadi mengatakan peranti itu merupakan terobosan yang baik dari Pemkot Semarang dalam mendisiplinkan warga dalam berlalu lintas.

"Kami berharap tingkat pelanggaran menurun dengan adanya peringatan melalui pengeras suara. Selain itu, bisa mengurangi praktik pungli di jalan. Ini juga sebagai kemajuan transparansi," ujar Supriyadi, Rabu (13/9/2017).

Tak hanya menegur atau tilang pengendara, dia berharap keberadaan ATCS dapat menegakkan perda yang telah disusun oleh legislatif.

"Tidak cuma tilang pelanggar lalu lintas. Warga yang membuang sampah sembarangan juga kena sanksi denda sesuai perda," tandas Supriyadi.

Namun, dia berharap ada sosialisasi lebih dulu sebelum penindakan pelanggaran diberlakukan.

"Mungkin petugas bisa datang ke rumah pelanggar. Lalu mengedukasi agar tidak melakukan pelanggaran kembali. Sosialisasi sudah dilakukan, baru dilakukan penindakan," tuturnya.

Di sisi lain, pemasangan ATCS tak hanya di pusat kota, juga menjamah di pinggiran kota.

"Di pinggiran sering terjadi pengendara melanggar lalu lintas. Keberadaannya juga bisa mengurangi angka kejahatan di daerah pinggiran," terang dia.

Di dunia maya, netizen menanggapi beragam komentar mengenai artikel keberadaan ATCS yang dibagikan melalui laman tribunjateng.com.

Pemilik akun Facebook Daud Benny berkomentar, "Ayo budayakan TERTIB LALU LINTAS."

Damar Lucky: Cara seperti ini lebih bisa diterima masyarakat dengan bijak, drpd langsung disamperin Polisi buat ditilang. Diingatkan tanpa ditilang, dan yg melanggar langsung melakukan arahan petugas dr suara yg didengar. Semoga kedepanya semakin tertib berlalu lintas semua masyarakat semarang & sekitarnya.

Pemilik akun Facebook Didik Santosa masih menyangsikan kualitas kamera pemantau, "Kamera berapa megapixel opo ketok dgn kecepatan mobil dan plat kusam." (*)

Penulis: galih permadi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help