TribunJateng/

Lebih Mudah Dibawa saat Buka Stan, Elpiji 3 Kg Diharapkan Pelaku UMKM Kuliner Tetap Ada

Sebagian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ‎masih menggunakan elpiji 3 Kg sebagai pendamping elpiji nonsubsidi.

Lebih Mudah Dibawa saat Buka Stan, Elpiji 3 Kg Diharapkan Pelaku UMKM Kuliner Tetap Ada
tribun jateng/raka f pujangga
Warga Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, antre membeli elpiji 3 Kg dalam operasi pasar yang digelar di kantor kelurahan setempat, Selasa (12/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ‎masih menggunakan elpiji 3 Kg sebagai pendamping elpiji nonsubsidi.

Satu di antaranya, pemilik Bebek Rempah Semarang, Natalia Sari Pujiastuti. Untuk memasak di rumah makan yang dibuka, wanita yang akrab disapa Naneth ini menggunakan elpiji tabung warna biru atau ukuran 12 Kg.

"‎Tabung melon (elpiji 3 Kg) saya pakai kalau buka stan. Lebih praktis bawa yang kecil," ungkapnya, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Saat Elpiji 3 Kg Langka di Pasaran, Warga Kuningan Rela Membayar Rp 20 Ribu per Tabung Melon)

Naneth pun berharap, pemerintah mempertahankan elpiji bersubsidi tersebut.

Dia pun meminta pemerintah meningkatkan pengawasan dan memberi kemudahan distribusi sehingga warga tak lagi kesulitan mendapat elpiji tabung 3 Kg, menyusul kelangkaan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ada baiknya, tabung melon tetap ada. Jadi, UMKM bisa membeli sesuai kemampuan. Dan harus diawai agar jangan sampai beredar tabung gas yang isinya tidak full," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help