TribunJateng/

Luhut: Mulai 2019 Indonesia Tak Akan Impor Garam Lagi

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan, pemerintah dalam dua tahun tidak lagi mengimpor garam.

Luhut: Mulai 2019 Indonesia Tak Akan Impor Garam Lagi
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Seorang petani garam Kedung, Kabupaten Jepara sedang mengumpulkan garam di tengah tambak untuk dipanen, Jumat (11/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, masalah garam sudah bertahun-tahun terbengkelai. Kini, pemerintah kabinet kerja sedang berusaha membereskan masalah ini.

Langkah nyata yang akan diambil di antaranya, pemerintah dalam dua tahun menargetkan tidak lagi mengimpor garam.

Terkait keputusan ini, kata Luhut, pemerintah akan mengatur pasokan garam konsumsi dan industri.

"Kita lihat, dalam dua tahun ke depan, kita tidak perlu impor lagi. Garam konsumsi kita berlebihan, pengelolaannya tidak efisien," ujar Luhut di kantor bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Oktober, Pemprov Jateng Bangun Pabrik Garam di Pati)

Saat ini, Kemenko Kemaritiman sedang membangun sebuah sistem agar kelangkaan garam tidak terjadi lagi. Satu di antaranya, membuat koperasi terkait garam.

"Rakyat yang kerjakan, airnya disiapkan pemerintah. Saya sudah lapor bertahap ke Presiden bahwa ini akan dilakukan," ungkap Luhut.

Mantan Menkopolhukam itu akan melihat kemajuan dari pelaksanaan di sentra-sentra produksi garam, semisal di Madura, NTT, Rantepao, dan Jeneponto.

"Saya pikir, dengan begini, semua bisa berjalan," jelasnya.

(Baca: Ketua Komisi VI DPR: Pemerintah Tak Punya Data Valid terkait Garam, Harus Diperbaiki)

Menurut Luhut, ada juga lahan yang sedang dikembangkan jadi ladang baru, yakni di Nusa Tenggara Timur. Luasnya mencapai 400 ha dan dikerjakan PT Garam. Saat ini, ladang baru itu sudah mulai produksi.

"Lalu, ada sisa 225 ha akan dikembangkan PT Garam.," kata Luhut. (tribunnews.com/adiatmaputra fajar pratama)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help