TribunJateng/

Mayjen Tatang Sulaiman Tegaskan Babinsa Harus Bisa Masuk Pesantren

Sekitar 400an Bintara Pembina Desa (Babinsa) se Kodam IV Diponegoro mendapat pengarahan langsung dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaima

Mayjen Tatang Sulaiman Tegaskan Babinsa Harus Bisa Masuk Pesantren
PENDAM IV/DIPONEGORO
Mayjen TNI Tatang Sulaiman 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sekitar 400an Bintara Pembina Desa (Babinsa) se Kodam IV Diponegoro mendapat pengarahan langsung dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kamis (14/9/2017).

Bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Tatang memberikan penekanan kepada Babinsa yang hadir akan bahaya radikalisme.

"Ancaman paling nyata di depan mata adalah radikalisme, ini yang harus menjadi perhatian khusus Babinsa di lapangan," kata Tatang.

Sekitar 400an Bintara Pembina Desa (Babinsa) se Kodam IV Diponegoro mendapat pengarahan langsung dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kamis (14/9/2017).
Sekitar 400an Bintara Pembina Desa (Babinsa) se Kodam IV Diponegoro mendapat pengarahan langsung dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kamis (14/9/2017). (TRIBUNJATENG/MUH RADLIS)

Kondisi ini, kata Tatang, harus mendapat perhatian khusus.

"Ini tugas utama Babinsa, deteksi dini potensi bahaya itu," katanya.

Tatang menegaskan, Babinsa harus bisa masuk ke seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Yang lebih penting, ujar Tatang, Babinsa harus masuk ke dalam pondok pesantren di wilayah masing masing.

"Babisa harus masuk ke pesantren, kalau tidak bisa masuk berarti wilayahnya belum berdaulat," katanya.

Selain Pangdam IV Diponegoro, materi bahaya radikalisme juga dibawakan oleh Habib Luthfi Bin Yahya. Hadir dalam pembekalan itu Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi beserta jajaran, Kapolres dan Dandim 0710 Pekalongan. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help