TribunJateng/

Terdengar Suara Guguran di Lereng Merapi, Apa yang Terjadi?

"Ada guguran tersengar suaranya batuan jatuh. Suara ya bukan dentuman. Sekitar jam tujuh malam,"

Terdengar Suara Guguran di Lereng Merapi, Apa yang Terjadi?
tribunjogja/hamimthohari
Penampakan puncak Merapi dari sekitar pos pendakian Sapu Angin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, I Gusti Made Agung Nandaka membenarkan bahwa telah terdengar suara guguran Gunung Merapi dari PGM Babadan pada pukul 18.50 WIB terekam di semua stasium seismik pada Rabu (13/9) malam lalu.

"Ada guguran tersengar suaranya batuan jatuh. Suara ya bukan dentuman. Sekitar jam tujuh malam," jelas I Gusti Made Agung Nandaka di kantornya, Kamis (14/9/2017).

Agung Nandaka menengaskan bahwa suara tersebut bukanlah letusan.

Guguran tersebut dijelaskan merupakan batuan yang lapuk yang jatuh karena faktor musim kemarau atau bisa juga gravitasi.

"Memang kalau kemarau (bisa terjadi guguran), kalau hujan lengket, nahannya lebih kuat. Mungkin memang karena gravitasi," paparnya.

Lanjutnya, suara guguran terekam sampai 120an detik, dan posisinya berada di lereng Merapi sebelah barat utara.

Meski begitu, sampai saat ini status Gunung Merapi masih normal.

"Kondisi masih normal. Data-data kita menujukan normal," cetusnya.

Agung Nandaka menjelaskan masyarakat tidak perlu khawati, karena suara guguran tersebut tidak membahayakan. Masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

"Tidak perlu khawatir, tenang dan aktivitas seperti biasa," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help