TribunJateng/

Rapat Paripurna DPRD Kendal: Molornya 2 Jam, Rapatnya Cuma 5 Menit

Pantauan Tribun Jateng, keterlambatan tersebut tidak hanya sekali bahkan hampir semua rapat paripurna

Rapat Paripurna DPRD Kendal: Molornya 2 Jam, Rapatnya Cuma 5 Menit
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Suasana Rapat Paripurna Rapat DPRD Kabupaten Kendal, Jumat (15/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Rapat Paripurna dengan agenda jawaban umum fraksi-fraksi DPRD Kendal terhadap nota keuangan rancanangan perubahan anggaran perubahan APBD 2017 yang sedianya dimulai pukul 09.00 baru di mulai pukul 11.00 WIB, Jumat (15/8/2017).

Pantauan Tribun Jateng, keterlambatan tersebut tidak hanya sekali bahkan hampir semua rapat paripurna.

Molornya rapat paripurna seringkali terjadi karena para anggota dewan terlambat. Sehingga pihak sekretariat dewan menunggu sampai terpenuhi kuorum.

Akhirnya baru terpenuhi kuorum setelah ada 30 dari 45 anggota dewan yang hadir.

Wakil Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun yang memimpin jalannya persidangan mengakui molornya Rapat Paripurna lantaran menunggu jumlah peserta rapat kuorum.

“Agenda rapat hari ini memang penyampaian bukan pembacaan. Jadi sudah sah sebab DPRD Kerja tidaknya hanya berbasis lisan saja tapi tulisan," paparnya.

Terkait banyaknya anggota dewan yang kerap mangkir dalam rapat paripurna, Makmum menjelaskan bahwa dalam tata tertib sudah diatur.

"Anggota dewan dapat dikenakan sanksi apabila tidak berangkat rapat paripurna enam kali berturut-turut, sampai saat ini belum ada yang sampai enam kali berturut-turut, "imbuhnya.

Agenda rapat paripurna kali ini berlangsung hanya lima menit. Rapat dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Kendal terhadap pandangan umum fraksi dewan ini diwakili Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur.

Saat Masrur ingin mulai membacakan jawaban tertulis dari Bupati, anggota Fraksi PDIP Akhmat Suyuti mengajukan interupsi.

Dia meminta agar jawaban Bupati tidak usah dibacakan karena uraian panjang sehingga akan memakan waktu lama.

“Kami minta dibacakan muqodimahnya saja karena semua peserta sudah menerima jawaban Bupati secara tertulis dan bisa dipelajari sendiri-sendiri” tuturnya.

Interupsi tersebut langsung direspon wakil bupati. Masrur tidak menyampaikan jawaban Bupati Kendal yang tertuang secara tertulis.

"Berhubung hari ini Jumat dan jawaban sampaian bupati sudah dalam bentuk tertulis dan sudah di tiap tangan peserta maka saya tutup sampai di sini, " ujar Masrur Masykur.(*)

Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help