TribunJateng/

Ayah, akan aku ciptakan monster-monster kecil . . .Puisi Ibu Rumah Tangga Dibaca Anaknya

Suara lantang terlantun dari bibir mungil anak usia tujuh tahun. Perhatian orang-orang seketika tertuju pada sosok pembaca puisi di Pekan Aksi dan Apr

Ayah, akan aku ciptakan monster-monster kecil . . .Puisi Ibu Rumah Tangga Dibaca Anaknya
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
PUISI - Kusfitria (kiri) memberikan buku kepada salah satu pengunjung pekan Aksi dan Apresiasi Literasi Kabupaten Demak yang juga merupakan WNA di Lapangan Pancasila, Minggu (17/9/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Suara lantang terlantun dari bibir mungil anak usia tujuh tahun. Perhatian orang-orang seketika tertuju pada sosok pembaca puisi di Pekan Aksi dan Apresiasi Literasi di Lapangan Pancasila, Demak, Minggu (17/9/2017).

"Ayah, akan aku ciptakan monster-monster kecil yang akan membuatmu tertawa begitu mereka memporak-porandakan mayapada," ucap Rakreyan saat membacakan puisi berjudul Ayah.

Puisi yang ia bacakan adalah karya Kusfitria Martyasih (35) yang tidak lain adalah ibundanya. Puisi tersebut telah dibukukan dalam kumpulan puisi Di Balik Jendela Koruki.

Kusfitria atau yang akrab disapa bunda Pipiet itu merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Dukuh Gebyok RT 04 RW 02 , Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Demak.

Buku puisi setebal 76 halaman tersebut, menghiasi stand milik UPTD Karangtengah dalam gelaran Pekan Aksi dan Apresiasi Literasi.

Bunda Pipiet dalam bukunya berbicara tentang keluarga, perempuan, kritik sosial, hingga Tuhan.

"Puisi itu bahasa hati. Alhamdulillah, pada acara ini, bisa mempersembahkan karya saya untuk sesama. Semoga kumpulan puisi ini makin memperkaya literatur asli Demak," kata Kusfitria.

Ketua Panitia, Afida Aspar menjelaskan melalui kegiatan tersebut memang ingin menunjukan kepada warga Demak, bahwa budaya menulis bukan hanya milik kalangan akademis.

"Buktinya, ibu rumah tangga saja bisa menuangkan karya-karyanya dalam sebuah buku kumpulan puisi, kami juga ingin memacu ibu rumah tangga yang lain, atau petani, atau buruh, bahwa membaca atau menulis bisa dilakukab siapapun," tandasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help