TribunJateng/

Dikaitkan Teroris, Pondok Pesantren di Bogor Ini Akhirnya Akan Ditutup

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menutup Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud yang saat ini tengah menjadi sorotan.

Dikaitkan Teroris, Pondok Pesantren di Bogor Ini Akhirnya Akan Ditutup
REUTERS/BEAWIHARTA
Seorang staf Pesantren Ibnu Mas'ud berjaga di depan pintu masuk pagar pesantren. 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menutup Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud yang saat ini tengah menjadi sorotan.

Keberadaan pondok pesantren di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, itu dianggap meresahkan.

Terlebih, belakangan, sempat tersiar kabar jika satu santri dari Pondok pesantren Ibnu Masud ini ikut dalam jaringan teroris internasional.

"Kami, jajaran Muspida Kabupaten Bogor, sudah rapat dan sepakat, Pondok pesantren itu (Ibnu Masud,red) untuk ditutup," kata Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukhri Adji saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (17/9/2017).

(Baca: Dikaitkan dengan 31 Pelaku Teror, Pondok Pesantren di Bogor Menolak Dibubarkan)

Menurutnya, penutupan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor ini berdasarkan hasil rapat antara jajaran Muspida serta lewat pertimbangan yang matang.

Selain memicu gejolak penolakan di masyarakat, penutupan didasari juga tak adanya izin dan pondok pesantren tak terdaftar di Kementrian Agama.

"Izinnya tidak ada, kemudian, aktivitasnya malah bikin keresahan di masyarakat," tambahnya.

Namun, belum diketahui secara pasti kapan penutupan Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud akan dilakukan aparat pemerintah setempat.

"Karena, baik ulama maupun umaroh pun menolak keberadaan pesantren itu. Yang pasti, secepatanya akan ditutup," jelasnya.

(Baca: Pengajar di Pondok Pesantren di Bogor Bakar Umbul-umbul Merah Putih)

Merujuk pemberitaan kantor berita Reuters, pesantren itu berhubungan dengan 31 pelaku teror. Pesantren di Bogor ini pernah berbulan-bulan diinapi Hatf Saiful Rasul dan sejumlah terpidana terorisme. Hatf Saifula Rasul merupakan bocah 13 tahun yang dinyatakan tewas di Suriah sebagai militan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Pesantren itu juga memiliki hubungan dengan Hari Budiman, terpidana kasus pelatihan militer di Aceh pada 2010 yang difasilitasi Dulmatin, salah satu otak Bom Bali tahun 2002.

Lalu, terjadi pula pembakaran umbul-umbul merah-putih oleh staf Ibnu Mas'ud.

Namun, Ketua Yayasan Al Urwatul Usro yang menaungi pondok pesantren tersebut, Agus Purwoko, menyangkal tegas tudingan bahwa pesantren yang dia pimpin sarang teroris. (tribunjateng.com/hendra gunawan)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help