TribunJateng/

KKN Mahasiswa Universitas PGRI Semarang Bikin Kampung KB di Muktiharjo Kidul

Expo KKN PPM Kampung KB Universitas PGRI Semarang 2017 mengusung tema "Mewujudkan Generasi Berkualitas Melalui Bina Keluarga Sejahtera."

KKN Mahasiswa Universitas PGRI Semarang Bikin Kampung KB di Muktiharjo Kidul
tribunjateng/desta leila kartika
Rangkaian kegiatan pada acara Expo KKN PPM Kampung KB UPGRIS Tahun 2017, di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Tlogosari, Semarang. 

Laporan Wartawan Tribub Jateng, Desta Leila Kartika.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Expo KKN PPM Kampung KB Universitas PGRI Semarang 2017 mengusung tema "Mewujudkan Generasi Berkualitas Melalui Bina Keluarga Sejahtera." digelar di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Tlogosari, Semarang, Minggu, (17/9/2017).

Kegiatan pada acara ini, yaitu pengobatan gratis, KB gratis, Penyuluhan KB, Bokar Sobo (dolanan karo bocah-bocah), lomba foto both, dan lomba mewarnai ibu dan anak.

Tema KKN PPM di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Tlogosari, Semarang adalah Kampung KB.
Menurut Ir Suwarno Widodo MSi, ketua LPPM UPGRIS, Kampung KB ini salah satu unggulan dari Presiden Joko Widodo, dalam rangka pembangunan kependudukan di Indonesia.
Untuk tahun ini setiap desa, kecamatan, ada satu kampung KB. Jadi kalau di Jawa Tengah kurang lebih ada 578 kecematan, maka ada 578 kampung KB.

"Untuk di kecamatan Pedurungan, UPGRIS berpartisipasi membentuk satu kampung KB, di Muktiharjo Kidul, yaitu Rw 01, Rw 04, dan Rw 06. Mudah-mudahan dengan adanya KKN Kampung KB ini, bisa membantu pembangunan kependudukan di Semarang dan Pedurungan khususnya," kata Suwarno.

Satu diantara program unggulan dari kampung KB rintisan UPGRIS adalah adanya Pik R. Pik R untuk paham terhadap kependudukan.

Antara lain tiga program utama adalah, menunda usia nikah, menghindari seks bebas, dan menghindari HIV AIDS.

Dengan mendampingi para remaja, pemuda setempat. Kedepan generasi bangsa ini semakin berkualitas.

"Untuk keberlanjutan KKN Kampung KB ini, Kepala pusat kependudukan perempuan dan perlindungan anak LPPM UPGRIS, nantinya akan mendampingi. Sehingga keberlangsungannya bisa terjamin," terangnya.

Dr Arri Handayani, MPsi, Dosen BK, sekaligus Kepala Pusat kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak LPPM UPGRIS mengatakan mereka para warga dilatih untuk mengenali potensi diri.

Kemudian mereka dilatih untuk bimbingan belajar. Jadi ada jam-jam tertentu yang memang waktunya untuk belajar. Mereka didampingi oleh mahasiswa mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help