TribunJateng/

Pasar Obligasi Kondusif, Begini Saran Chief Investment PT MAMI dalam Berinvestasi

Di tahun 2017, kinerja pasar obligasi Indonesia lebih unggul dibandingkan pasar saham.

Pasar Obligasi Kondusif, Begini Saran Chief Investment PT MAMI dalam Berinvestasi
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). (ILUSTRASI INVESTASI SAHAM) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tahun 2017, kinerja pasar obligasi Indonesia lebih unggul dibandingkan pasar saham. Bahkan, Indonesia menjadi satu negara di kawasan Asia dengan kinerja pasar obligasi tinggi.

Dari awal tahun hingga 12 September 2017, kinerja pasar saham Indonesia tercatat tumbuh sebesar 10,87 persen. Sementara, kinerja pasar obligasi Indonesia tumbuh lebih tinggi, yaitu 14,19 persen pada periode sama.

Hal ini diutarakan Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Ezra Nazula, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (17/9/2017).

Ia mengatakan, pasar obligasi Indonesia dapat melanjutkan rally seiring perkembangan yang terjadi dari sisi domestik dan global.

"Menurut pandangan kami, potensi di pasar obligasi masih akan terus berlanjut secara jangka panjang jika melihat tiga indikator utama yang ada, yaitu inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang tinggi, dan global yield yang rendah," katanya.

(Baca: Obligasi Pegadaian Raih Peringkat Tripel A)

Lebih lanjut, Ezra menjelaskan perihal tiga indikator utama yang dapat mendorong pertumbuhan di pasar obligasi. Pertama, inflasi yang terkendali. Tren inflasi yang positif terlihat pada penurunan angka inflasi di Indonesia.

Dalam tiga bulan terakhir, inflasi turun dari semula 4,33 persen yoy di Mei 2017 menjadi 3,82 yoy di Agustus 2017. Tingkat inflasi yang rendah di tahun ini membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk membuat kebijakan yang akomodatif di kuartal terakhir 2017.

"Kedua, cadangan devisa yang tinggi. Cadangan devisa Indonesia di tahun ini terus mengalami peningkatan. Cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi pada Agustus 2017, yaitu sebesar USD128,6 miliar, yang cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help