TribunJateng/

Polisi Bongkar Jual Beli Online Video Pornografi Anak Laki-laki Via Media Sosial, Ini Modus Pelaku

Tiga pelaku jual beli online video pornografi anak laki-laki atau disebut Video Gay Kids (VGK) ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Polisi Bongkar Jual Beli Online Video Pornografi Anak Laki-laki Via Media Sosial, Ini Modus Pelaku
KOMPA.COM/Anggita Muslimah
Polisi tangkap tiga pelaku kasus pornografi anak melalui media sosial, Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tiga pelaku jual beli online video pornografi anak laki-laki atau disebut Video Gay Kids (VGK) ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Mereka diketahui berafiliasi dengan 49 negara.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, ketiga pelaku, yakni Y (19), H (30), dan I (30) menjual video pornografi anak melalui Telegram dan Twitter.

"Ketiga pelaku berafiliasi dengan 49 negara. Para pelaku berhubungan dengan beberapa grup di media sosial untuk mendistribusikan foto atau video VGK," ujar Adi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/9/2017).

Ia menjelaskan, menurut pengakuan dari ketiga pelaku, mereka ikut bergabung dalam sebuah grup aplikasi seperti grup Telegram dan Whatsapp, untuk mendapatkan foto dan Video Gay Kids tersebut.

(Baca: Gara-gara Pelecehan dari Pedofil, Nafa Urbach Lakukan Hal ini ke Anaknya Sampai Menangis)

Setelah mendapatkan foto dan video pornografi anak-anak tersebut, pelaku mengambil dan menyimpan, kemudian mengirimkan kepada para pembeli jika ada yang berminat yang diperjualbelikan melalui akun Twitter milik pelaku.

"Komunikasi mereka ini berafiliasi dengan 49 negara. Mereka mencari foto dan video yang berisikan konten VGK," kata Adi.

Kelompok jaringan internasional yang terkait dengan ketiga pelaku di antaranya ada di Argentina, Bolivia, Chile, Colombia, Costa Rica, El Savador, Mexico, Peru. Lalu juga negara USA, India, Indonesia, Irak, Israel, Italia, Malaysia, Maroco, Nicaragua, Oman, Pakistan, Papua New Guinea, Panama, Paraguay, Philipina, Rusia.

Selain itu, negara lainnya, Saudi Arabia, Sri Lanka, Afrika Selatan, Sudan, Taiwan, Turki, Uganda, UEA, US, Uruguay, Venezuela, Vietnam, dan Yaman.

"Ketiga pelaku masing-masing mempunyai follower yang cukup banyak, bisa lebih dari 1.000 orang. Satu info berkaitan dengan VGK, maka info itu akan tersebar ke 1.000 orang tersebut," kata Adi.

(Baca: MENGEJUTKAN! Inilah Isi Kamar Pelaku Pedofilia Saat Digerebek)

Adi juga mengatakan, para pelaku menjual seharga Rp 100 ribu untuk 30 hingga 50 foto dan video. Nantinya, para pembeli melakukan transaksi transfer atau membelikan pulsa untuk para pelaku.

Adapun motif dari ketiga pelaku tersebut, kata Adi, karena fantasi seksual, kepuasan seksual, dan masalah ekonomi. Para pelaku akan dijerat hukuman dikenakan dengan Undang-undang ITE, pornografi, dan perlindungan anak. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Minggu (17/9/2017), dengan judul: Pelaku Jual Beli Online Video Gay Anak Berafiliasi dengan 49 Negara

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help