TribunJateng/

Liputan Khusus

Sebaiknya Libatkan Operator Lama untuk Penerapan Aglomerasi Trans Jateng

Aglomerasi Trans Jateng adalah upaya menyatukan akses transportasi beberapa kabupaten/kota ke dalam satu layanan. Tujuannya untuk memudahkan perpinda

Sebaiknya Libatkan Operator Lama untuk Penerapan Aglomerasi Trans Jateng
tribunjateng/dok
Aglomerasi Trans Jateng adalah upaya menyatukan akses transportasi beberapa kabupaten/kota ke dalam satu layanan. Tujuannya untuk memudahkan perpindahan orang dari satu wilayah ke wilayah lain. 

Djoko Setijowarno/Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aglomerasi Trans Jateng adalah upaya menyatukan akses transportasi beberapa kabupaten/kota ke dalam satu layanan. Tujuannya untuk memudahkan perpindahan orang dari satu wilayah ke wilayah lain.

Saat ini, lingkup pergerakan masyarakat bukan hanya di skala tiap kabupaten/kota, tapi sudah bergerak antarkabupaten/kota. Sehingga perlu penyediaan sarana angkutan umum lintas wilayah.

Jika penerapannya terlambat, dikhawatirkan sama seperti aglomerasi Jabodetabek. Di sana, sangat terlambat menerapkan sistem itu, sehingga tiap perbaikan transportasi selalu mendapat tentangan dan masalah.

Bakal calon wali kota Semarang, Djoko Setijowarno menyambangi kantor redaksi Tribun Jateng di Jalan Menteri Supeno no.30, Rabu (13/5/2015) sore.
Djoko Setijowarno/Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata

Nah, Jateng jangan meniru seperti itu. Harus segera diterapkan, mumpung belum terlambat, meski beberapa wilayah di Jateng saat ini sudah kelihatan kemacetannya, khususnya yang akan masuk ke pusat kota seperti Semarang, Solo, dan Purwokerto.

Pemerintah sepertinya telah berkaca dari pengalaman itu lewat pembenahan dengan membuat rencana transportasi untuk wilayah aglomerasi Jateng. Satu wujudnya adalah mengembangkan jaringan angkutan umum Trans Jateng, jalur Bawen-Tawang Semarang.

Jalur itu mulai beroperasi pukul 05.00-22.00. Saya rasa itu sangat cocok sekali, karena berada di simpul-simpul yang cukup kuat. Konsep ini bisa sebagai contoh dan mungkin bisa berkembang ke wilayah lain, terutama di Pulau Jawa.

Fenomena sekarang ini banyak angkutan umum sudah mengalami penurunan omzet karena sebagian besar penumpang beralih ke sepeda motor atau kendaraan pribadi.
Hal itu disebabkan kondisi angkutan umum konvensional yang dianggap sudah tidak menjamin, baik dari segi ketepatan waktu, harga lebih mahal, dan tidak nyaman.

Sehingga dengan adanya bus Trans Jateng diharapkan bisa menjadi jawaban lewat pemberian layanan tepat waktu, nyaman, dan tarif murah, karena mendapat subsidi dari pemerintah.

Hal ini mencontoh seperti di negara lain, yaitu memberikan subsidi kepada transportasi umum agar tarif menjadi murah.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help