TribunJateng/

Begini Cara Bank Indonesia Hindarkan Tunanetra dari Pelaku Peredaran Uang Palsu

Uang rupiah kertas terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp10.000, Rp 5.000, Rp2.000, dan Rp 1.000.

Begini Cara Bank Indonesia Hindarkan Tunanetra dari Pelaku Peredaran Uang Palsu
TRIBUN JATENG/ANGGA PURNAMA
Seorang tunanetra mencoba mengenai pecahan uang NKRI dalam sosialisasi di gedung Loka Bina Karya (LBK) Klaten, Rabu (20/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Bank Indonesia Cabang Surakarta menyosialisasikan pecahan baru rupiah atau uang NKRI emisi 2016 kepada sejumlah tunanetra di gedung Loka Bina Karya (LBK) Klaten, Rabu (20/9/2017).

Sosialisasi ini digelar untuk mengenalkan wajah baru rupiah, terutama ciri uang asli cetakan BI.

Pecahan baru rupiah disebutkan memiliki ciri khas lebih mudah dikenali tunanetra.

Pasalnya, ada instrumen pengenal nominal yang lebih sederhana yaitu instrumen raba.

Instrumen tersebut dinilai memudahkan tunanetra dalam mengenali pecahan baru rupiah.

Jadi mereka lebih aman dan mudah dalam menggunakan uang.

Pada pecahan baru, rupiah menggunakan pasangan garis timbul pada tepi lembarannya.

"Untuk menghitung nominal, tinggal dihitung jumlah garisnya. Semakin sedikit garisnya, nominalnya semakin besar," ungkap Zaki, fasilitator sosialisasi pecahan baru rupiah.

Sosialisasi ini bertujuan mengantisipasi beredarnya uang palsu.

Penyandang disabilitas, terkhusus tunanetra, rentan menjadi korban peredaran upal.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help