TribunJateng/

Pabrik PCC di Purwokerto Terungkap, Belum Ditemukan Kasusnya di Banyumas

Kebanyakan menggunakan obat terlarang atau pil penenang yang mengandung benzodiazepines, tramadol, dan dextromentorphan.

Pabrik PCC di Purwokerto Terungkap, Belum Ditemukan Kasusnya di Banyumas
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga berkerumun di depan ruko yang diduga pabrik pil PCC di Jalan Raya Baturraden Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Selasa (19/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Penggerebekan pabrik pil PCC di Jalan Raya Baturraden, Kelurahan Pabuaran, Purwokerto Utara, Banyumas, Selasa (19/9/2017), mengejutkan banyak pihak.

Kepala Bagian Umum Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas Kristian Sugiyono mengatakan institusinya tak mengendus keberadaan tempat produksi obat terlarang di Banyumas.

Penemuan pabrik pil PCC itu hasil pengembangan pengungkapan kasus serupa di Surabaya dan Ciamis oleh kepolisian.

Terlebih, peredaran pil PCC bukan kewenangan BNN lantaran kandungan dalam pil itu merupakan obat keras, bukan narkotika.

"Purwokerto dipilih sebagai tempat produksi mungkin karena wilayah ini strategis, terletak di tengah pulau Jawa," terang Kristian, Rabu (20/9/2017).

Meski terdapat pabrik pil PCC, Kristian memastikan peredaran obat itu di Banyumas belum terpantau ada.

BNNK Banyumas selama ini telah mendampingi atau merehab banyak anak penyalahguna narkoba.

Namun, belum pernah mendapati pecandu yang mengonsumsi pil PCC.

Kebanyakan menggunakan obat terlarang atau pil penenang yang mengandung benzodiazepines, tramadol, dan dextromentorphan.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help