Kasus Asusila

Ya Ampun, Siswi SMA Dihamili Pamannya yang Sudah Berkeluarga

Melati nama samaran, seorang siswi SMA di Blora menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Ya Ampun, Siswi SMA Dihamili Pamannya yang Sudah Berkeluarga
tribunjateng/humas polres blora
Melati nama samaran, seorang siswi SMA di Blora menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pamannya sendiri. Pelaku telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Blora untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Melati nama samaran, seorang siswi SMA di Blora menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Pelaku bernama Mukhlisin (22), warga Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, ditangkap jajaran Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Blora.

Mukhlisin tega mencabuli siswi yang berusia 15 tahun itu tak lain adalah keponakannya sendiri.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Herry Dwi mengatakan, pencabulan tersebut berawal ketika sang paman menyatakan cinta kepada korban.

Padahal tersangka sudah beristri dan mempunyai seorang anak.

Selama kurang lebih 2 tahun yang lalu, hubungan asmara terlarang tersebut terjalin.

"Persetubuhan itu sering dilakukan di rumah pelaku terhadap korban saat keadaan sepi. Hingga saat ini korban hamil tujuh bulan," kata AKP Herry, Selasa (25/09/2017) sebagaimana rilis kepada tribunjateng.com.

Dijelaskannya, kejadian tersebut terbongkar setelah ibu korban mencurigai perkembangan bentuk tubuh yang tidak wajar dialami anaknya.

Kemudian kedua orangtuanya menanyakan kepada korban. Korban pun akhirnya bercerita bahwa semua yang dialaminya saat ini, adalah karena perbuatan pamannya.

"Menurut keterangan korban, dirinya melakukan hal tersebut didasari karena korban dijanjikan akan dinikahi jika hamil," ujar Kasat Reskrim.

Merasa tidak terima, orangtua korban melaporkan perkara tersebut ke Polsek Randublatung pada Kamis 21 September 2017 lalu.

Hal tersebut langsung ditindaklanjuti Unit PPA Satreskrim Polres Blora, setelah mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi yang cukup.

Pelaku ditangkap hari Sabtu 23 September 2017 kemarin di rumahnya tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolres Blora untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 7 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 16 tahun penjara," tegas Kasat Reskrim AKP Herry. (tribunjateng/humas polres blora)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help