TribunJateng/

8.800 Nelayan di Jepara Belum Terdaftar sebagai Peserta Asuransi PT Jasindo

Dari 13.000 nelayan yang terdaftar, hanya 4.200 nelayan yang telah menjadi peserta asuransi yang dijalankan PT Jasindo.

8.800 Nelayan di Jepara Belum Terdaftar sebagai Peserta Asuransi PT Jasindo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kapal milik nelayan bersandar di pantai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara, Kamis (10/8/2017). (ILUSTRASI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Belum semua nelayan di Kabupaten Jepara menjadi peserta asuransi program pemberdayaan nelayan skala kecil. Dari 13.000 nelayan yang terdaftar, hanya 4.200 nelayan yang telah menjadi peserta asuransi yang dijalankan PT Jasindo.

“Harapan kami, pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, bisa segera mengatasi atau mendata seluruh nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi,” kata Ketua Nelayan Jepara Utara Solikul Hadi kepada Tribunjateng.com, Minggu (1/10/2017).

(Baca: Nelayan Kabupaten Pekalongan Yang Meninggal Saat Mencari Ikan Akan Dapat Santunan Rp 200 Juta)

Dia mengatakan, nelayan yang terdaftar sebagai peserta asuransi tersebut haruslah tidak menggunakan alat tangkap terlarang, semisal cantrang, dalam mencari ikan.

“Kalau di Jepara, tidak ada nelayan yang pakai cantrang,” ujarnya.

Program asuransi lewat pemberdayaan nelayan skala kecil merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.
Lewat asuransi tersebut, ahli waris nelayan yang meninggal saat mencari ikan, berhak mendapat santunan sebesar Rp 200 juta. Sedangkan nelayan yang mengalami kecelakaan saat mencari ikan mendapat santunan Rp 100 juta bagi yang mengalami cacat dan Rp 20 juta yang membutuhkan biaya pengobatan. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help