TribunJateng/

WOW, Segarnya Berenang di Kalitaman Salatiga Bersumber Mata Air Alami

Cobalah sekali-kali renang di tempat ini. Yaitu di Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sekitar 200 meter dari Gedung Perte

WOW, Segarnya Berenang di Kalitaman Salatiga Bersumber Mata Air Alami
tribunjateng/magang/UKSW
Kolam Renang Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sumber mata air alami 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Cobalah sekali-kali renang di tempat ini. Yaitu di Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sekitar 200 meter dari Gedung Pertemuan Daerah Salatiga.

Airnya bersih dan berasal dari sumber alami menjadi keunggulan kolam renang ini. Uniknya adalah sumber air muncul dari beberapa lubang di dasar kolam. Tentu sangat sejuk dan menyegarkan badan.

Kolam Renang Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sumber mata air alami
Kolam Renang Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sumber mata air alami (tribunjateng/magang/UKSW)

Berdiri lebih dari 40 tahun yang lalu, kolam renang Kalitaman telah menjadi tempat jujukan masyarakat Salatiga untuk menghabiskan waktu untuk berenang atau hanya sekadar berkumpul bersama kerabat.
Bahkan banyak juga pelancong dari sekitar Kabupaten Semarang yang sering mengunjungi tempat wisata ini.

Jika pengunjung merasa lapar setelah berenang, tenang saja, Kalitaman juga memiliki kantin yang menyediakan aneka kulinar.

Makanan hangat yang tersedia seperti mie ayam, bakso, dan tahu campur Pak Min yang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Salatiga cocok untuk disantap seusai berenang.

Kolam Renang Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sumber mata air alami
Kolam Renang Kalitaman Salatiga di Jalan Kalitaman, desa Kutowinangun Kidul, sumber mata air alami (tribunjateng/magang/UKSW)

Kolam renang Kalitaman juga sering dipakai untuk beberapa perlombaan berenang.

"Beberapa kali dipakai untuk Porseni, Popda, dan Salatiga Cup. Sudah sering," tutur Suyono, salah satu pengelola kolam kepada tribunjateng.com, Jumat (29/9/2017).

Menurutnya, dahulu lokasi ini sangat alami dan rindang.

Bebatuan dan pohon-pohon mengelilingi mata air jernih yang jadi sumber kehidupan nenek moyang warga Salatiga.

Lalu pada tahun 1974, kolam ini mulai mendapat perhatian pemerintah dan segera dibangun pemandian yang aman dan bersih.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help