TribunJateng/

Indonesia Resmi Menjadi Anggota ke-100 Protokol Madrid, Ini Keuntungannya

Indonesia Resmi Menjadi Anggota ke-100 Protokol Madrid, Ini Keuntungannya

Indonesia Resmi Menjadi Anggota ke-100 Protokol Madrid, Ini Keuntungannya
tribunjateng/yayan isro roziki/ist
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, menyampaikan bahwa Indonesia secara resmi menjadi bagian anggota Protokol Madrid, dan menjadi anggota yang ke-100. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, menyampaikan bahwa Indonesia secara resmi menjadi bagian anggota Protokol Madrid, dan menjadi anggota yang ke-100.

Ini setelah Sidang Umum World Intellectual Property Organization (WIPO) ke-57 di Jenewa, yang digelar Senin (2/10) siang.

"Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2017 tentang Aksesi Protokol Madrid. Dirjen WIPO Francis Gurry dalam kesempatan itu menyatakan Indonesia resmi menjadi anggota yang ke-100 dari Protokol Madrid," kata Menkumham dari Jenewa, melalui rilis yang dikirimkan Biro Humas, Hukum dan Kerjasama Sekretariat Jenderal Kemenkumham, kepada Tribunjateng.com, Selasa (3/10).

Menkumham menjelaskan, dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ke-100 dari protokol Madrid, maka pendaftaran merek dari seluruh dunia bisa dilakukan dari semua negara anggota.

"Jadi seseorang dari Indonesia bisa mendaftarkan mereknya sekaligus di 99 negara anggota protokol lainnya. Yaitu cukup melalui loket di kantor Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham di Jakarta," ujarnya.

Menkumham Yasonna Laoly saat memberikan sambutan di Sidang Umum WIPO juga menyampaikan, pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang besar terhadap kekayaan intelektual untuk masyarakat, guna berkontribusi terhadap industri berbasis inovasi dan pengetahuan. Sehingga ke depan dapat mendorong pengembangan ekonomi nasional.

“Dan juga sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing melalui inovasi dan kreativitas,” tuturnya.

“Dan sudah ada juga perubahan beberapa undang undang di bidang Kekayaan Intelektual,” tambahnya.

Dalam Sidang Umum WIPO tersebut, Menkumham didampingi oleh Dubes Indonesia UN, WTO dan Organisasi Internasional di Jenewa Hasan Kleib, Dirjen Kekayaan Intelektual Aidir Amin Daud, Dirjen Administrasi Hukum Umum Freddy Harris, dan penasihat Menkumham Ian Siagian. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help