TribunJateng/

Kurangnya Sosialisasi Soal SVLK, Perajin Jepara Sulit Tembus Pasar Uni Eropa

Pengrajin kayu Jepara mengeluhkan sulitnya menembus pasar Uni Eropa karena masalah Sertifikat Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK).

Kurangnya Sosialisasi Soal SVLK, Perajin Jepara Sulit Tembus Pasar Uni Eropa
tribun jateng/m syofri kurniawan
Patung singa hasil pahat perajin di Desa Mulyoharjo, Jepara. Hasil olahan kayu perajin Jepara ini menembus pasar mancanegara, di antaranya Uni Eropa. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Pengrajin kayu Jepara mengeluhkan sulitnya menembus pasar Uni Eropa karena masalah Sertifikat Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK).

Margono, Ketua Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara (APKJ) mengatakan, masih banyak pelaku usaha di bidang mebel yang belum mengerti apa itu SVLK. Menurutnya, sosialisasi terkait legalitas kayu sebagai bahan kerajinan itu masih kurang.

“Saat ini, masalah SVLK masih belum ada jalan keluarnya. Kami berharap, kebijakan SVLK berpihak pada pelaku usaha kecil,” kata Margono, Rabu (4/10/2017)

Selain SVLK, regenerasi pengrajin mebel juga menjadi persoalan. Menurut Margono, banyak anak muda yang memilih menjadi buruh atau karyawan pabrik yang tak membutuhkan keterampilan khusus.

“Kalau dari aturan sulit, (pengrajin akan) beralih profesi. Ditambah, generasi mudanya enggan (jadi pengrajin mebel). Nilai kebudayaan (berupa ukir) yang menjadi aset nasional akan segera terlewatkan,” katanya.

(Baca: Pemberlakuan SVLK Molor, Omzet Pengusaha Kayu Pemegang SVLK Menurun)

Sementara Maskur, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jepara mengatakan, menurunnya minat generasi muda terhadap ukir membuat kondisi ukir Jepara kian terhimpit. Ia meminta, pemerintah memasukkan ukir dalam kurikulum pendidikan di Jepara.

“Karena banyaknya iming-iming dari industri yang tidak butuh keterampilan khusus membuat generasi mudah lebih memilih itu. Mereka lebih memilih yang instan dan langsung dapat gaji,” kata Maskur.

Menanggapi persoalan SVLK, dia membenarkan masih banyak pelaku usaha kayu skala kecil yang belum paham aturan tersebut. Menurutnya, aturan SVLK terintegrasi dengan Forest Law Enforcement, Govermance, and Trade (FLEGT) untuk bisa masuk ke Eropa.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help