TribunJateng/

Berupaya Bunuh Erdogan, 40 Eks Anggota Pasukan Khusus Ini Dihukum Seumur Hidup

Lebih dari 40 orang, sebagian besar mantan anggota unit pasukan khusus Turki, dijatuhi hukuman seumur hidup.

Berupaya Bunuh Erdogan, 40 Eks Anggota Pasukan Khusus Ini Dihukum Seumur Hidup
Net
Presiden Turki Tayyip Erdogan 

TRIBUNJATENG.COM - Lebih dari 40 orang, sebagian besar mantan anggota unit pasukan khusus Turki, dijatuhi hukuman seumur hidup setelah dinyatakan terbukti bersalah mencoba membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dalam persidangan di Mugla, kota di Turki barat daya pada hari Rabu (4/10/2017), hakim menyatakan para terdakwa menyerang hotel di resor wisata tepi laut di Marmaris, yang menjadi tempat penginapan Presiden Erdogan ketika berlangsung upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.

"Para terdakwa bersalah mencoba membunuh Presiden Erdogan," kata hakim Emirsah Bastog.

Seorang terdakwa dibebaskan sementara vonis untuk tiga terdakwa lain yang diadili secara in absentia, termasuk ulama terkemuka yang mengasingkan diri di Amerika Serikat Fethullah Gulen, tidak dibacakan.

Pemerintah Turki menuduh Gulen sebagai otak kudeta, tuduhan yang sudah ditolak oleh Gulen,

Setidaknya 240 orang tewas pada 15 Juli tahun ketika tentara menyerang parlemen dengan menggunakan tank, helikopter dan pesawat tempur dalam upaya untuk menggulingan pemerintah.

Dalam wawancara dengan CNN, Presiden Erdogan mengatakan, "Andai saja saya bertahan 10 atau 15 menit lebih lama (di hotel), saya akan terbunuh atau disandera."

Presiden Erdogan dan keluarganya menginap di Hotel Grand Yazici dan meninggalkan tempat wisata ini menuju Istanbul dengan menggunakan pesawat pada malam upaya kudeta dilakukan.

Beberapa analis menepis klaim Presiden Erdogan karena sudah meninggalkan hotel sebelum 'regu tembak' tiba di hotel tempat Erdogan dan keluarganya menginap.

Menurut komite parlemen yang menyelidiki insiden ini, 34 anggota pasukan khusus tiba di hotel pada 03.20 dini hari, sementara Erdogan mendarat di Istanbul pada 03.40.

Halaman
12
Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help