TribunJateng/

Pemilu 2019

Aditya Suap Hakim untuk Ringankan Ibunya

Wasekjen DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily mengaku pihaknya menyesalkan penangkapan kadernya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aditya Suap Hakim untuk Ringankan Ibunya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif berbicara kepada wartawan saat konferensi pers terkait operasi tangkap tangan (OTT), di kantor KPK Jakarta, Sabtu (7/10/2017). KPK menetapkan dua orang tersangka dalam OTT yaitu anggota DPR dari Fraksi Golkar Aditya Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono serta mengamankan uang suap sebanyak 64000 dolar Singapura terkait dugaan suap penanganan perkara ditingkat banding Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wasekjen DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily mengaku pihaknya menyesalkan penangkapan kadernya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ace prihatin atas kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap anggota DPR Fraksi Golkar Aditya Anugrah Moha (AAM). "Kami menyesalkan dan prihatin atas kejadian yang menimpa ini," ujarnya, Sabtu (7/10).

Politisi Golkar lainnya, Bobby Adhityo Rizaldi mencoba menghubungi rekannya, AAM melalui SMS. Namun, tidak ada balasan dari yang bersangkutan. "Ini sudah di-sms tapi belum balas," kata dia saat ditemui.

AAM, dikabarkan telah ditangkap oleh KPK karena diduga melakukan suap kepada Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara berinisial S. Suap dimaksudkan agar S yang menjadi Majelis Hakim mengabulkan banding yang diajukan seorang terdakwa perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan. Terdakwa itu adalah ibu Aditya.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief membenarkan dalam OTT ini, tim Satgas KPK menangkap aparat penegak hukum dan politisi.

"Kami konfirmasi, ada tim KPK yang turun ke lapangan. Jumat tengah malam KPK lakukan OTT di Jakarta terkait dengan kasus hukum di Sulawesi Utara. Ada penegak hukum dan politisi yang diamankan," terang Syarief.

Informasi yang dihimpun, KPK menyita uang tunai sekitar SGD 10.000. Uang itu disita dari sebuah mobil milik seseorang yang turut ditangkap di Jakarta. Uang di dalam mobil itu bukanlah pemberian pertama. Terdapat sejumlah pemberian lain yang jika dijumlah totalnya lebih dari ratusan ribu Dollar Singapura.

Diduga AAM menyuap S, Ketua Pengadilan Tinggi Manado agar memenangkan ibundanya, MMS dalam banding. MMS adalah terdakwa dalam korupsi TPAPD Bolaang Mongondow dan telah divonis bersalah di tingkat pengadilan pertama atau Pengadilan Tipikor Manado.

Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan menjelaskan operasi tangkap tangan yang dilakukan tim satgas KPK, merupakan hasil kerjasama dengan pihak Mahkamah Agung. Pasalnya, dalam OTT kali ini, didapati seorang penegak hukum yang bertugas di pengadilan tinggi.

"KPK berkoordinasi dengan MA. Ini merupakan kerjasama dengan MA," jelas dia.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help