TribunJateng/
Home »

Solo

BEM Fakultas Hukum UNS Desak KPK Tuntaskan Penanganan Korupsi E-KTP yang Menyeret Setya Novanto

Puluhan anggota BEM FH UNS meminta KPK mengusut tuntas dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto.

BEM Fakultas Hukum UNS Desak KPK Tuntaskan Penanganan Korupsi E-KTP yang Menyeret Setya Novanto
tribun jateng/akbar hari mukti
BEM Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar demonstrasi di bundaran Gladak, Senin (9/10/2017). Mereka mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang menjerat Setyo Novanto. Permintaan ini disampaikan dalam aksi yang digelar di bundaran Gladak, Senin (9/10/2017).

Mengenakan jas almamater UNS, puluhan mahasiswa yang turun ke jalan juga membawa poster sindiran dan pesan antikorupsi. Di antaranya, poster bertuliskan "Papa Hebat! Lolos Lagi", "Di Sini Korupsi, Di Sana Korupsi, Di mana-mana Korupsi", juga "KPK Tuntaskan Kasus Korupsi e-KTP Samapi ke Akar-akarnya!".

(Baca: Ganjar Pranowo dan Setya Novanto Tak Hadiri Sidang E-KTP)

Sambil membentangkan poster, mereka juga meneriakkan yel-yel antikorupsi dan berorasi.

“Pembatalan status tersangka kasus e-KTP menjadi bukti Setya Novanto punya kekuasaan. Ia bisa melakukan segala cara agar tidak terjerat kasus korupsi. Negara tidak boleh kalah dengan hal itu,” kata koordinator aksi, Rizky Almali.

Rizky berharap, tak hanya korupsi e-KTP, penanganan kasus korupsi yang mangkrak juga dituntaskan. Para pelaku atau koruptor dimintai pertanggungjawaban. Apalagi, korupsi merugikan negara dalam jumlah banyak.

"Mengingat Indonesia adalah negara hukum, kami menginginkan, jangan sampai ada cacat di dalamnya. Apalagi, kasus korupsi yang tak bisa diselesaikan tuntas. Kami ingin negeri ini bebas korupsi,” katanya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help