TribunJateng/

Pengusaha Singapura Jual Bolu Bermotif Batik, Adakah Pelanggaran Hak Cipta?

Kepada BBC Indonesia, Nura menguraikan bahwa batik yang dibuatnya 'melewati proses yang sangat berbeda'.

Pengusaha Singapura Jual Bolu Bermotif Batik, Adakah Pelanggaran Hak Cipta?
Bolu batik Singapura.(Instagram/batikrolls) 

TRIBUNJATENG.COM - Pernahkah terbayang untuk 'mencicipi' rasa batik? Nura Alkhatib, pemilik toko roti online Batikrolls di Singapura, berhasil memviralkan bolu gulung batik secara online dengan mengandalkan motif-motif Pesisiran khas Indonesia — dari megamendung sampai parang rusak.

Kepada BBC Indonesia, Nura menguraikan bahwa batik yang dibuatnya 'melewati proses yang sangat berbeda'.

Motif tidak dituangkan pada selembar kain, melainkan ke atas loyang.

Dia pun tidak membatik dengan lilin malam, melainkan dengan krim kue.

Baca: Gelar Resepsi di Bandung, Anak Tiri Laudya Cynthia Bella Tak Nampak, ke Mana Ya?

Memakai motif Indonesia, perlukah pengusaha Singapura ini membayar royalti? Nura dari Batikrolls berpendapat, ''Sama seperti sushi Jepang dan croissant Prancis, batik adalah seni yang melekat dengan Indonesia dan sudah seharusnya dibagikan dengan dunia.''

''Sudah sejak lama keluarga saya akrab dengan beraneka kue dari Indonesia. Ibu saya dibesarkan di Jawa dan saat pindah ke Singapura dia tetap rajin membuat kue dan membagikannya ke keluarga,'' lanjutnya.

''Buat saya, ini peluang buat berbagi keindahan seni batik dari Indonesia,'' katanya.

Tapi, Konsultan Pemberdayaan Masyarakat, Goris Mustaqim, mengingatkan unsur kontraprestasi dalam hal ini.

Baca: Astaga! Ada Beras Termahal Dunia, Namanya Kinmemai, 1 Kg Harganya Rp 1,4 Juta

Halaman
1234
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help