TribunJateng/

HORE, Bayar Kuliner di Simpanglima Bisa Menggunakan Kartu Debit dan Kredit

Puluhan pedagang kaki lima (PKL) mengikuti sosialisasi pelaksanaan E-Bayar di shelter Simpanglima, Selasa (10/10/2017) malam.

HORE, Bayar Kuliner di Simpanglima Bisa Menggunakan Kartu Debit dan Kredit
Istimewa
Pedagang kaki lima di Simpanglima menjajal mengoperasikan mesin EDC, Selasa (10/10/2017). Penggunaan mesin ini memungkinkan pembeli di Simpanglima membayar menggunakan kartu debit, kredit, maupun e-money. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) mengikuti sosialisasi pelaksanaan E-Bayar di shelter Simpanglima, Selasa (10/10/2017) malam. Mereka praktik langsung terkait sistem pembayaran non-tunai yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Dinas Perdagangan Kota Semarang menggandeng PT BNI 46 dalam pelaksanaan program E-Bayar ini. Lewat program ini, pembeli pemegang kartu debit, kredit, maupun tapcash bisa melakukan pembayaran nontunai.

Seorang penjual bakso, Sugeng Bibit, antusias mempraktikan penggunaan mesin EDC. Meski kesulitan di awal namun Sugeng mampu beradaptasi secara cepat.

“Ini kan sama kayak gadget, lama kelamaan pasti bisa. Saya yakin, nantinya akan bisa menguasai sistem pembayaran nontunai ini. Ini saya mempelajari dulu,” ujar penjual yang sudah 16 tahun berjualan di Simpanglima.

(Baca: Wih, Pertamina Bagi-bagi Tabung Gas Nonsubsidi Gratis ke PKL Simpanglima)

Sugeng mengatakan, beberapa kali dia ditanya pembeli terkait pembayaran nontunai. Mayoritas adalah wisatawan yang jarang membawa uang tunai dalam jumlah banyak. “Sempat beberapa kali ditanya pembeli bisa gesek (nontunai) ndak mas. Tapi, kami jawab belum bisa. Nah, ini kok malah difasilitasi dinas, kami sangat terbantu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menargetkan, hingga akhir Oktober ada 80 pedagang yang mendapat mesin EDC fasilitas PT BNI 46.

"Pemasangan alat nontunai tahap pertama ini dilakukan di 15 PKL Simpang Lima, 16 PKL di shelter Taman KB, dan 15 PKL Matahari," ujarnya.

(Baca: Wali Kota Semarang Peringatkan PKL Simpanglima Agar Tak Patok Harga yang Ngepruk Pembeli)

Fajar berharap, program E-Bayar bisa menghindarkan pedagang dari pembayaran menggunakan uang palsu dan perampokan. “Langkah ini juga sekaligus pengembangan program smart city yang dicanangkan wali kota Semarang melalui pembayaran nontunai. Pedagang juga lebih aman,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap, program E-Bayar bisa diterapkan PKL di Kota Semarang. "Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami coba transaksi menggunakan nontunai di Simpanglima. Kalau berhasil, bisa menjadi sebuah kegiatan yang wajibkan di semua tempat," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help