Pilgub Jatim

Khofifah Mau Mundur sebagai Mensos untuk Pilgub Jatim Jika 5 Parpol Pendukung Beri Kepastian Resmi

Khofifah Indar Parawansa akan mundur dari jabatan Menteri Sosial setelah lima parpol memberi dukungan secara resmi pencalonannya di Pilgub Jatim

Khofifah Mau Mundur sebagai Mensos untuk Pilgub Jatim Jika 5 Parpol Pendukung Beri Kepastian Resmi
Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com
Menteri Sosial Khofifah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Khofifah Indar Parawansa akan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial untuk maju dalam pencalonan gubernur Jawa Timur. Namun, langkah tersebut diambil setelah dukungan dari partai politik pendukung diberikan secara resmi.

Khofifah menegaskan, dirinya tidak akan melapor kepada presiden sebelum proses administrasi dari partai-partai politik tersebut rampung.

"Nanti lah kalau sudah ada fix tertulis hitam di atas putih, pasti saya akan melapor kepada Presiden," kata Khofifah saat memberikan keterangan pers di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

(Baca: Jusuf Kalla Tegaskan, Menteri yang Maju Pilkada Harus Mundur dari Jabatan. Sinyal untuk Khofifah?)

Lima partai politik sudah menyatakan dukungan kepada Khofifah. Mereka adalah Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Golkar, dan Partai NasDem.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G Plate mengatakan, dukungan kelima partai tersebut sudah cukup untuk menggalang kekuatan memenangkan Khofifah.

"Jadi, formasi itu cukup kuat untuk dukungan politik yang kami harapkan," kata Jhonny G Plate pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Khofifah dua kali kalah pada Pilgub Jawa Timur, yakni pada tahun 2008 dan 2014. Tahun 2008, saat berpasangan dengan Mudjiono, mereka kalah oleh pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

(Baca: Najwa Shihab dan Yenny Wahid Jadi Kandidat Kuat Menteri Sosial Jika Khofifah Maju di Pilgub Jatim)

Periode selanjutnya, Khofifah menggandeng Herman Surjadi Sumawiredja.

Namun, pasangan itu kembali kandas oleh pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Khofifah sempat membawa kekalahannya itu ke Mahkamah Konstitusi namun ditolak.

MK menguatkan putusan rekapitulasi KPU Jawa Timur yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai pemenang Pilkada lewat perolehan 8.195.816 suara atau 47,25 persen.

Sementara, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja memperoleh 6.525.015 suara atau 37,62 persen. (tribunnews.com/eri komar sinaga)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved