TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

Perekonomian 2018 Lebih Baik, Sektor Informal Perlu Akses Permodalan

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar Entrepreneur Networking Forum, di Hotel Aston Semarang

Perekonomian 2018 Lebih Baik, Sektor Informal Perlu Akses Permodalan
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Ekonom Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Dr Sri Sulandjari (kanan) menyampaikan materi dalam Entrepreneur Networking Forum, di Hotel Aston Semarang, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menggelar Entrepreneur Networking Forum, di Hotel Aston Semarang, Rabu (11/10/2017).

Ekonom Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Dr Sri Sulandjari ‎mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 diprediksi akan lebih baik dari tahun ini.

"‎Kenaikan pertumbuhan tersebut dicapai melalui tiga kebijakan, yaitu efisiensi anggaran pada 2016 dan 2017, inflasi rendah, dan paket kebijakan yang mempermudah menjalankan usaha," ujar dia ‎dalam kegiatan yang bertema Outlook Perekonomian 2018 : Mengoptimalkan Potensi Daerah Dalam Era Digital.

Menurutnya peluang pasar yang lebih luas dan kredibel dalam menggerakkan perekonomian tersebut adalah pasar domestik.‎ ‎Namun, untuk menggerakkan sektor perekonomian, Sri melihat, masyarakat masih perlu perluasan akses modal.

"Utamanya akses modal bagi sektor ekonomi informal, masih perlu ditingkatkan," ujarnya.‎ ‎

Selain akses permodalan, menurutnya segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga membutuhkan dukungan lainnya seperti akses pasar, serta peningkatan kapasitas untuk dapat memanfaatkan potensi ekonomi.

Di sisi lain, ekonomi Indonesia pada tahun mendatang berpeluang menikmati kenaikan investasi dengan membaiknya rating layak investasi yang diberikan beberapa lembaga pemeringkat dunia.

"Implementasi paket kebijakan ekonomi yang digulirkan di tahun-tahun sebelumnya juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di 2018," tutur Sri.

Belanja pemerintah di bidang infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah, lanjut dia, juga mendorong geliat ekonomi daerah.

Khususnya untuk Jawa Tengah, lanjut Sri, infrastruktur dan konektivitas yang terus dibenahi serta kemudahan berinvestasi menjadi daya dukung yang membuka banyak peluang. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help