TribunJateng/
Home »

Solo

Proyek Overpass Manahan

Protes Tak Dapat Shelter Sesuai Keinginan, PKL Kota Barat Pasang Spanduk

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Kota Barat menggantung spanduk protes di bawah gapura Kota Barat, Selasa (10/10/2017) malam.

Protes Tak Dapat Shelter Sesuai Keinginan, PKL Kota Barat Pasang Spanduk
Istimewa
Spanduk protes penyediaan lahan relokasi dipasang PKL Kota Barat di gapura di Jalan Moewardi Kota Solo, Selasa (10/10/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Kota Barat menggantung spanduk protes di bawah gapura Kota Barat, Selasa (10/10/2017) malam. Mereka meminta Pemkot Solo menyediakan shelter layak sebagai tempat relokasi sebelum proyek overpass Manahan dimulai.

Informasi yang diterima Tribunjateng.com, spanduk berukuran 1x4 meter itu dipasang Selasa malam pukul 21.00 WIB. Isinya "Yth Bp Walikota Surakarta. Mendukung proyek pengerjaan Overpass Manahan, Kami Paguyuban Pedagang Kuliner Kota Barat. Tetapi kami mohon kepada Bp. Walikota. Tolong sediakan tempat terlebih dahulu untuk kami mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari".

Seorang PKL Kota Barat, Ari Suadi, menuturkan, pemasangan itu sebagai tindakan reaktif yang dilakukan pihaknya.

"Waktu yang dimiliki pedagang makin mepet sementara shelter yang dijanjikan belum siap," kata Ari Suadi, PKL Kota Barat, mengatakan alasan pemasangan spanduk protes tersebut.

(Baca: Terkait Proyek Overpass Manahan, Wali Kota Solo: Lebih Baik Macet Setahun Daripada Tak Ada Solusi)

Pemasangan spanduk tersebut direspon Pemkot Solo. Rabu (11/10/2017), dua spanduk yang membentang di gapura dan bisa dilihat pengguna jalan dari sisi selatan maupun utara Jalan Moewardi itu sudah dicopot.

Rencananya, PKL Kota Barat bakal mendatangi Kantor Dinas Perdagangan Solo untuk menyampaikan permintaan mereka.

Sementara, Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono, mengatakan, pihaknya tidak bisa meluluskan permintaan PKL Kota Barat untuk membangun shelter lantaran tidak ada anggaran. Bahkan, kegiatan tersebut sudah tak bisa diusulkan di perubahan APBD 2017 yang sudah berjalan.

"Kami sudah berulang berdialog dengan pedagang. Pembangunan ini perlu waktu dan penganggaran. Faktanya, memang tidak bisa di tahun ini," jelasnya.

(Baca: AWAS Ada Penyempitan Jalan di Bundaran Manahan Persiapan Pembangunan Overpass)

Didik menegaskan, dari pertemuan terakhir, pedagang sepakat menggunakan lapangan Voli di sisi selatan lapangan Kota Barat.

"Dulu itu sudah selesai, kok ada masalah lagi. Kami harap pedagang paham mekanisme. Bukannya kami tidak berupaya, saat ini sedang kami usahakan untuk mencari CSR dari berbagai pihak," kata dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help