TribunJateng/

10 Kepala UPT Kemenkumham Jateng Dilatih Hadapi Wartawan

Ibnu mencontohkan, aturan lama yang melarang kepala UPT memberikan keterangan ke wartawan justru menimbulkan kesan lembaganya tidak bertindak

10 Kepala UPT Kemenkumham Jateng Dilatih Hadapi Wartawan
Tribun Jateng/Muh Radlis
Kakanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun, memukul gong tanda dibukanya rakor dan bimtek publik speaking bagi kepala UPT se Eks Karesidenan Pekalongan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkumham Kanwil Jateng se eks-Karesidenan Pekalongan mengikuti Rapat Koordinasi dan Bimtek Publik Speaking.

Sepuluh kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan (Rutan), Rupbasan, dan Bapas mendapat materi tentang bagaimana berbicara di depan umum dan menghadapi pertanyaan pedas dari wartawan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun, mengatakan, kegiatan ini merupakan satu upaya yang dilakukan pihaknya agar seluruh kepala UPT di wilayah Jateng mampu memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

"Dulu seluruh Kalapas dilarang memberikan statemen ke wartawan. Harus melalui menteri, tapi sekarang diwajibkan mampu memberikan informasi publik," kata Ibnu Chuldun, Kamis (12/10/2017).

Ibnu mencontohkan, aturan lama yang melarang kepala UPT memberikan keterangan ke wartawan justru menimbulkan kesan lembaganya tidak bertindak sama sekali apabila terjadi kasus di dalam lapas atau rutan.

"Contoh menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Karena Kalapas tidak berani memberi statemen, akhirnya instansi lain yang mengekspose. Padahal yang gagalkan petugas lapas. Jadi kesannya kami tidak bekerja sama sekali," katanya.

Pelatihan ini diharapkan mampu membiasakan para kepala UPT memberikan informasi ke wartawan, baik tentang kegiatan di UPT hingga kasus kasus yang melibatkan warga binaan.

10 kepala UPT satu persatu bergantian "diserbu" oleh pertanyaan wartawan baik tentang prestasi hingga masalah yang dialami.

Ada yang grogi, ada yang terbata bata menjawab bahkan ada yang lugas dan tenang saat ditanyakan tentang masalah yang sebenarnya tidak ada di lapas atau rutan.

Mereka kemudian dievaluasi oleh Kakanwil. "Secara umum sudah baik cara penyampaiannya, tinggal meningkatkan pola komunikasi saja," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help