TribunJateng/

PILKADA 2017

KRONOLOGI Perusakan Kantor Kemendagri oleh Pendukung Calon Bupati

Massa pendukung salah satu calon bupati Tolikara, Papua, Rabu (11/10), berbuat onar di kantor Kementerian Dalam Negeri.

KRONOLOGI Perusakan Kantor Kemendagri oleh Pendukung Calon Bupati
tribun jateng/rahdyan trijoko pamungkas/dok
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat menghadiri seminar nasional di ruang Prof Ir Soemarman Gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (30/9/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Massa pendukung salah satu calon bupati Tolikara, Papua, Rabu (11/10), berbuat onar di kantor Kementerian Dalam Negeri. Mereka merusak sejumlah fasilitas di kantor tersebut.

Pada awalnya, massa yang berjumlah sekitar 30 orang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kemendagri, sejak Rabu pagi. Mereka menuntut Mendagri mengesahkan John Tabo-Barnabas Weya.

Pada Rabu sore, sekitar pukul 15.00, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum dan Dirjen Otonomi Daerah menerima massa. Namun, massa menolak. Mereka meminta langsung dipertemukan dengan Mendagri Tjahjo Kumolo. Padahal, saat itu Tjahjo tidak berada di kantor.

Di saat yang sama, sejumlah orang yang hendak diterima oleh Dirjen kembali lagi kepada massa yang berada di luar gedung Kemendagri sambil berteriak. Teriakan itu kemudian memprovokasi massa merangsek ke dalam gedung. Sontak, massa masuk ke dalam area Kantor Kemendagri. Mereka membawa batu dan melemparkannya secara asal-asalan.

"Ada empat mobil, satu bus, rusak. Kaca beberapa gedung pecah, lalu beberapa pot bunga pecah. Satu kamera wartawan juga rusak karena kena batu," ujar Dirjen Otda Kemedagri, Sumarsono, seusai kejadian.

Akibat perbuatan onar itu pula, seorang pegawai Kemendagri dibawa ke rumah sakit karena terluka.
Aksi onar massa yang mengaku sebagai pendukung John-Barnabas tersebut sempat mendapatkan perlawanan dari pegawai Kemendagri. Pegawai mengusir massa keluar dari area Kemendagri. Oleh sebab itu, sempat terjadi aksi saling serang antara massa dengan pegawai.

Polisi diketahui tak berada di lokasi saat massa berbuat onar. Satu truk personel polisi baru tiba sekitar 15 menit setelah kejadian berakhir.

Pengamatan Kompas.com, pada pukul 18.38 WIB, suasana di Kantor Kemendagri sudah kondusif. Sebagian massa ada yang ditangkap polisi, ada pula yang berpencar ke arah Masjid Istiqlal Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi menangkap 15 orang yang diduga bertanggung jawab atas kericuhan di Gedung Kemendagri. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap Orang dan Barang.

Polisi juga menyita barang bukti berupa batu dan pecahan kaca. "Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lain," imbuhnya.

Polisi mengimbau, para pihak yang merasa menjadi korban kericuhan pada unjuk rasa di Kemendagri, agar segera melapor ke pihak kepolisian. "Kami persilakan datang ke kantor untuk membuat laporan," ujar Nico. (Tribunjateng/cetak/Tribun Network/den/zul/kps)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help