TribunJateng/

Lima Nelayan Indonesia Ditangkap Otoritas Australia

Lima nelayan asal Kupang NTT, ditangkap otoritas Australia karena dituding menangkap ikan hiu di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia.

Lima Nelayan Indonesia Ditangkap Otoritas Australia
tribun jateng/rival al manaf
Perahu nelayan bersandar di pesisir perairan Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Minggu (3/9/2017). (ILUSTRASI) 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Lima nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap otoritas Australia karena dituding menangkap ikan hiu di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) NTT, Wahid Wham Nurdin, mengatakan, penangkapan terhadap nelayan asal NTT itu setelah adanya operasi gabungan bersama tim pengawas dari Indonesia dan Australia di wilayah perairan perbatasan kedua negara.

"Mereka ditangkap patroli Austalia atas tuduhan menangkap ikan hiu dan ikan dasar di wilayah perairan perbatasan. Saat diperiksa, di kapal mereka memang ditemukan ada ikan dasar itu. Kalau mereka hanya tangkap ikan cakalang pasti mereka tidak akan ditangkap," ungkap Wahid, Kamis (12/10/2017).

(Baca: Nelayan Jepara Ingin Kebijakan Larangan Cantrang Segera Direalisasikan)

Menurut Wahid, ia mengetahui adanya penangkapan terhadap para nelayan itu dari petugas dan pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

"Mereka ditangkap pekan lalu dan saat ini masih ditahan di Australia. Kita juga belum tahu kondisi mereka seperti apa," ucapnya.

Wahid berharap, para nelayan asal Kota Kupang itu bisa segera dipulangkan oleh otoritas Australia.

Sementara, Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Muhammad Saleh Goro, membenarkan adanya penangkapan lima nelayan oleh otoritas Australia.

Lima nelayan itu adalah Karman (Nahkoda), La Sarwan, La Supri, La Pahari serta La Rendi (anak buah kapal). Menurut Goro, kapal ikan yang tertangkap petugas perairan keamanan laut Australia itu merupakan kapal ikan milik La Dando E.

"Kapal ikan yang dilaporkan ditangkap Australia adalah KM Hidup Bahagia milik seorang warga Kota Kupang," ujar Goro, Kamis.

(Baca: Gunakan Cantrang, 136 Nelayan Jateng Diprotes Nelayan Mimika Papua. Kini, Mereka Tak Bisa Pulang)

Kapal itu, sambung dia, memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI) No Diskan.523/A.119/198/VII/2017, masa berlaku 25 Juli 2018. Penerbit SIPI adalah BKPM dan Perizinan Terpadu Kota Kupang. Kapal tersebut berkemampuan lima GT.

"Kapal itu dilengkapi pancing rawai, berpangkalan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tenau Kupang dan berangkat dari Tenau 29 September 2017," paparnya.

Saat ini, kata Goro, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Konsulat RI di Darwin untuk mengetahui kondisi lima orang nelayan tersebut. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Kamis (12/10/2017), dengan judul: Identitas 5 Orang Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help