TribunJateng/

RESAH, Ribuan Pelanggan PDAM Tirta Moedal Kehabisan Air Nggak Bisa Mandi

Sejumlah warga di Kota Semarang mengeluhkan matinya distribusi air PDAM Tirta Moedal, Semarang sejak hari Rabu (11/10/2017).

RESAH, Ribuan Pelanggan PDAM Tirta Moedal Kehabisan Air Nggak Bisa Mandi
tribunjateng/wid
ilustrasi kran air Sejumlah warga di Kota Semarang mengeluhkan matinya distribusi air PDAM Tirta Moedal, Semarang sejak hari Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah warga di Kota Semarang mengeluhkan matinya distribusi air PDAM Tirta Moedal, Semarang sejak hari Rabu (11/10/2017).

Satu di antaranya Ratnawati (52), warga Kalilangse, Gajahmungkur, Kota Semarang yang mengeluhkan matinya air PDAM tersebut.

"Airnya mati sudah dari kemarin sore, sampai sekarang ini air juga belum mengalir," jelas dia, Kamis (12/10/2017) pagi.

‎Dia mengatakan, tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena stok air yang ada di baknya sudah habis.

"Di rumah ada empat orang, air di bak mandi dipakai kemarin sudah habis ," ujar dia.

Dia menyesalkan, tidak adanya pemberitahuan dari PDAM Tirta Moedal terkait matinya distribusi air.

Humas PDAM Tirta Moedal Semarang, Joko Purwanto mengatakan, padamnya distribusi air tersebut dialami 40 persen pelanggan Kota Semarang.

"Memang ada beberapa pelanggan di beberapa titik yang airnya mati. Kira-kira 40 persen pelanggan," jelas dia.

Beberapa daerah yang terdampak pemadaman, yakni berada di sekitar Gajahmungkur, Lempongsari, Pamularsih, Simpanglima, dan sebagainya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah mengalirkan air ke sejumlah pelanggan secara bertahap sejak Kamis dini hari.

"Dari malam secara bertahap sudah kami nyalakan distribusi airnya kepada pelanggan," ujar dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help