TribunJateng/

FOCUS

Ujian Polisi

Ujian Polisi. Kini, polisi kembali harus memberikan pernyataan terkait dengan tewasnya tiga anggota Brimob di Blora

Ujian Polisi
tribunjateng/bram
ARIEF NOVIANTO Wartawan Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian tampaknya sedang mengalami ujian. Meski baru saja meraih peringkat empat besar lembaga Negara yang dipercaya publik, Polri harus menghadapi sejumlah persoalan yang ramai diperbincangkan.

Kisruh impor senjata untuk Brimob misalnya, yang sempat menimbulkan ketegangan dengan TNI, akibat prosedurnya yang diduga bermasalah.

Terkait dengan hal itu, Polri pun harus merelakan senjatanya diambilalih TNI, menyusul standarnya yang dinilai lebih tepat untuk militer, serta kemampuannya yang berada di atas rata-rata senjata polisi.

Belum usai masalah itu, Polri dipaksa menelan pil pahit terkait dengan tragedi anggotanya yang bunuh diri di dalam mobil.

Anggota unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Polres Musi Banyuasin, Bripda Azan Fikri mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya sendiri, diduga akibat batal menikah, meski sudah bertunangan.

Awal pekan lalu, Polri dihantam kasus kekerasan yang dilakukan anggotanya terhadap wartawan saat meliput aksi demonstrasi menolak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden, di Banyumas.

Kasus itu membuat Polri harus meminta maaf kepada wartawan, sekaligus memproses anggotanya yang memaksa wartawan menghapus foto peristiwa itu dengan melakukan penganiayaan.

Kini, polisi kembali harus memberikan pernyataan terkait dengan tewasnya tiga anggota Brimob di Blora yang diduga saling membunuh rekan sesama korp saat melaksanakan pengamanan di lokasi pengeboran minyak Sarana Gas Trembul, Dukuh Canggah, Desa Karang Tengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

"Penembakan terjadi pada pukul 18.00 yang dilakukan anggota Brimob terhadap rekannya sendiri," ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dalam jumpa pers di Akpol, Rabu (11/10).

Belum dapat dipastikan motif sesungguhnya di balik tewasnya tiga anggota Subdet IV Sat Brimob Pati itu. Tetapi, Kapolda memastikan prosedur tugas yang tengah dijalankan sudah benar, yang dibuktikan adanya surat permohonan pengamanan dan surat perintah pengamanan.

Selain itu, prosedur penggunaan senjata api yang dibawa tiga anggota tersebut juga sudah benar, dengan telah dilakukannya pengecekan di Sat Brimob, serta kepemilikan kartu senjata api.

"Pemegang kartu sudah melalui tahapan psikologi. Kalau masalah pribadi (terkait kasus penembakan sesama rekan-Red) kadang-kadang bisa terjadi terhadap siapa pun," tukasnya.

Yah, sejumlah kasus itu, terutama yang terkait dengan tragedi berdarah, kini membuat Polri menjadi soroton publik. Bagaimana tidak, institusi besar itu tengah memperbaiki citra sebagai pelindung dan pengayom warga sipil.

Jika bermacam masalah terus bermunculan, sejauh mana citra itu bisa diperbaiki? Tentu masih banyak yang harus dikerjakan Polri ke depan. Saya jadi teringat ujaran dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu: "harap tenang, harap bersabar, ini ujian!" (Tribunjateng/cetak/Arief Novianto)

Penulis: arief novianto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help