TribunJateng/

4 Hari Jelang Menikah, Warga Singapura Ini Digelandang Petugas Imigrasi di Sekitar Candi Borobudur

Seorang warga Singapura digelandang petugas imigrasi kelas II Wonosobo karena tidak mampu menunjukkan identitas resmi di sekitar Candi Borobudur.

4 Hari Jelang Menikah, Warga Singapura Ini Digelandang Petugas Imigrasi di Sekitar Candi Borobudur
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Personel kepolisian bersenjata laras panjang dan rompi anti peluru melakukan penjagaan di pintu masuk Candi Borobudur, Kamis (7/9/2017). (ILUSTRASI) 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura digelandang petugas imigrasi kelas II Wonosobo karena tidak mampu menunjukkan identitas resmi di sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/10/2017).

Saat diciduk, WNA bernama Zaenal Abidin (49) itu mengaku hendak melangsungkan pernikahan dengan Riyanti, janda asal Dusun Kaliduren, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur. Tak ayal, Riyanti dan keluarganya tak kuasa menahan kesedihan dan terjadi hujan tangis.

Ronald Ferdinand, Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo menjelaskan, pihaknya dibantu aparat Polsek Borobudur, Koramil Borobudur, dan perangkat desa setempat telah melakukan pengecekan sebelum akhirnya menciduk pria tersebut.

"Setelah dicek, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian, seperti paspor maupun surat izin tinggal. Selanjutnya kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," jelas Ronald.

(Baca: BAIK HATI, Titin Mantan TKW Ini Mengasuh Orang Singapura Keleleran di Bandengan Kendal)

Zaenal diamankan dari rumah kekasihnya yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Taman Wisata Candi Borobudur (TWC). Menurut pengakuannya, dia hendak menikah pada 17 Oktober 2017 mendatang.

"Saat kami minta identitasnya, dia menunjukkan surat izin melangsungkan pernikahan dari negara asalnya, Singapura," paparnya.

Dokumen tersebut dinilai tidak cukup kuat sehingga yang bersangkutan tetap harus diminta keterangan lebih lanjut. Jika terbukti melanggar Undang-undang Keimigrasian maka akan dikenakan sanksi administrasi, bahkan deportasi.

Romadhon, Ketua RT setempat menambahkan, Zaenal Abidin sudah tinggal bersama Riyanti sejak 13 September 2017. Zaenal datang ke wilayahnya bersama Riyanti yang pulang setelah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negeri Singa itu.

(Baca: Imigrasi Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi Warga Negara Asing di Jawa Tengah)

Kepada warga, keduanya mengaku hendak melangsungkan pernikahan di Borobudur pertengahan Oktober 2017.

"Katanya, tanggal 16 Oktober 2017 keluarganya dari Singapura mau datang ke sini (Borobudur). Tapi, diundur lagi tanggal 17 Oktober 2017. Mereka jarang bergaul, sehari-hari hanya di dalam rumah saja," tutup Romadhon. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Jumat (13/10/2017), dengan judul: Petugas Imigrasi Ciduk Warga Singapura yang Hendak Nikahi Janda Borobudur

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help