TribunJateng/

4 Pembuat Miras Oplosan Ditangkap, Mereka Mencampur Alkohol, Arak, Gula, dan Air Keran

Empat orang pengelola pabrik minuman keras oplosan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, diciduk Satnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, Kamis malam.

4 Pembuat Miras Oplosan Ditangkap, Mereka Mencampur Alkohol, Arak, Gula, dan Air Keran
KOMPAS.com/Ridwan Aji Pitoko
Tersangka pengoplos miras sedang memeragakan cara mengoplos miras di sebuah gudang penyimpanan barang bekas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Empat orang pengelola pabrik minuman keras (miras) oplosan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, diciduk Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (12/10/2017) malam.

Keempat orang itu, termasuk sang pemilik pabrik bernama Ricardo Tamba (39), serta tiga orang anak buahnya yang bernama Baim (31), Krisostomus Nembe (31), dan Soldier Silaban (38).

"Para tersangka ini mengoplos miras secara sengaja menggunakan berbagai campuran bahan cairan, di antaranya karamel, alkohol, arak, sitrun, gula merah, gula pasir, dan air keran," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono, di lokasi pabrik miras, Jumat (13/10/2017).

(Baca: Empat Warga Tewas setelah Minum Minuman Keras Oplosan Jengkol)

Pabrik miras oplosan tersebut, dikatakan Dwiyono, mampu memproduksi 30 sampai 50 dus karton per hari. Satu karton kardus biasanya berisi 12 botol miras oplosan.

Pabrik miras oplosan tersebut diketahui telah beroperasi sejak September 2017 dan penjualannya didistribusikan ke beberapa wilayah di Ibu Kota.

"Pemilik pabrik kemudian mendapatkan keuntungan hasil penjualan miras oplosan senilai Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu setiap dus kartonnya," ucap Dwiyono.

(Baca: 5 Orang Tewas, Ada yang Tergeletak tanpa Busana, Usai Pesta Miras Oplosan dengan Lotion Anti-Nyamuk)

Atas perbuatannya itu, keempatnya dijadikan tersangka dan dijerat Pasal 140 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Alasannya, perbuatan para tersangka yang telah memproduksi minuman tidak sesuai standar kesehatan hingga memalsukan merk dagang.

"Mereka terancam hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 4 miliar," ujar Dwiyono.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help