TribunJateng/

Akses Dua Desa di Cimanggu Cilacap Terancam Putus Karena Longsor

Hujan intensitas tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan sedikitnya tiga kejadian longsor di wilayah Cilacap bagian barat pekan ini

Akses Dua Desa di Cimanggu Cilacap Terancam Putus Karena Longsor
Tribun Jateng/Dok BPBD Cilacap
Bahu jembatan di desa Cisalak Cimanggu Cilacap ambrol hingga nyaris putus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan intensitas tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan sedikitnya tiga kejadian longsor di wilayah Cilacap bagian barat pekan ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan, di Desa Salebu Kecamatan Majenang, rumah milik Kustiyono tertimpa material longsor hingga sebagian bangunannya roboh, Rabu malam (11/10).

Longsor dari tebing sepanjang 15 meter itu untungnya tidak sampai merenggut korban jiwa. Pemilik rumah hanya menderita kerugian materi akibat bangunan rumahnya rusak.

Di wilayah lain, longsor tebing menimbun jalan penghubung Desa Mandala dan Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu hingga akses warga sempat terhambat.

Longsor itu terjadi pada tebing jalan di desa Mandala dengan ketinggian 20 meter dan lebar 5 meter. Ketebalan material longsor yang menimbun jalan hingga satu meter.

Warga membersihkan material longsor yang meninpa jalan di desa Mandala Cimanggu Cilacap kemarin, Kamis (12/10).
Warga membersihkan material longsor yang meninpa jalan di desa Mandala Cimanggu Cilacap kemarin, Kamis (12/10). (Tribun Jateng/Dok BPBD Cilacap)

"Di Dusun Lengkong, Desa Mandala juga terjadi longsor jalan hingga lalu lintas terhambat,"katanya, Jumat (13/10).

Di waktu hampir bersamaan, peristiwa longsor terjadi di desa Cisalak hingga menyebabkan sebagian bahu jembatan Sungai Cisalak ambrol.

Jalur itu pun terancam putus dan berbahaya serta susah dilalui kendaraan, terutama mobil.

BPBD kemarin, Kamis (12/10) bersama warga dan relawan telah membersihkan material longsor yang menimpa rumah dan jalan. Rambu peringatan juga dipasang pada jembatan yang bagian sayapnya ambrol.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan memasang bronjong pada sisi jalan yang ambles agar lebih kokok menahan pergeraka tanah.

"Kami sudah kirim karung untuk penahan longsoran. Bronjong juga akan dipasang di jalan yang ambles. Untuk penanganan permanen dikerjakan oleh Dinas Bina Marga,"katanya

Edi mengimbau masyarakat di Cilacap agar meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya curah hujan di awal musim penghujan ini. Ancaman bencana longsor maupun banjir mengintai setiap saat sehingga warga diharap menyiapkan langkah antisipasi. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help