TribunJateng/

Kebijakan Ekonomi Pusat Masih Terganjal di Daerah, Ini Penyebabnya

Sejumlah paket kebijakan nasional telah dibuat untuk mendukung ekonomi di Indonesia jauh lebih baik.

Kebijakan Ekonomi Pusat Masih Terganjal di Daerah, Ini Penyebabnya
tribunjateng/raka f pujangga
DISKUSI AKUNTAN - Direktur Institute for Development of Economics‎ and Finance (Indef), Enny Sri Hartati‎ (kiri) dan Mantan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih (kanan), saat) diskusi yang digelar Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jateng, di Jalan Papandayan 26, Semarang, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah paket kebijakan nasional telah dibuat untuk mendukung ekonomi di Indonesia jauh lebih baik.

Kendati demikian‎, konkritnya di lapangan belum berjalan maksimal karena terbentur regulasi pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan ‎Direktur Institute for Development of Economics‎ and Finance (Indef), Enny Sri Hartati‎, dalam diskusi yang digelar Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jateng, di Jalan Papandayan 26, Semarang, Jumat (13/10/2017).

"Komitmen pemerintah pusat untuk memajukan ekonomi nasional ini sudah baik. Hanya saja bagaimana pemerintah daerah itu bisa mengikutinya," jelas dia.

Enny mengatakan, kebijakan strategis yang dilakukan di antaranya adalah perbaikan dalam kemudahan berinvestasi.

‎Sehingga peran pemerintah daerah dalam hal ini memberikan kemudahan untuk mendapatkan izin usaha.

"Apa yang menjadi komitmen dari pemerintah pusat ini kalau dimaksimalkan luar biasa, namun selama ini kendalanya berada di daerah," ujar dia.

Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi investasi sangat besar itu, kata dia, bisa menangkap peluang tersebut.

Terlebih, Indonesia masih menempati rangking tiga besar sebagai negara yang memiliki daya tarik investasi.

"Indonesia masih memiliki daya tarik investasi peringkat ketiga, setelah India dan China. ‎Apalagi Jateng ini potensinya besar, ibarat kayu ditanam jadi tanaman," ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih menilai perlunya untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya.

Terutama, pada sek‎tor-sektor ekonomi unggulan Jawa Tengah di antaranya pertanian, maritim, pariwisata, dan industri kreatif.

"Pengembangan Regional Growth Strategy dengan ekonomi berbasis konektivitas kewilayahan sesuai kearifan lokal akan menjadi peluang investasi yang bisa diandalkan," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help