TribunJateng/

Meski Telah Memiliki Jamban Tetap Bisa Dikatagorikan Buang Air Besar Sembarangan, Ini Penjelasannya

Dadi Darmadi menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban yang sehat

Meski Telah Memiliki Jamban Tetap Bisa Dikatagorikan Buang Air Besar Sembarangan, Ini Penjelasannya
Net

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dadi Darmadi menjelaskan masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban yang sehat.

Meski saat ini, mayoritas masyarakat di Kabupaten Semarang baik di perkotaan maupun pedesaan sudah memiliki jamban, akan tetapi proses pembuanganya tidak benar.

"Banyak kasus yang saya temui bahwa pembuangan dari jamban milik masyarakat akhirnya tidak masuk ke dalam septic tank (bak penampung air limbah dari jamban) tetapi dibuang langsung ke dalam badan sungai," ujarnya, Jumat (13/10/2017).

Dadi menambahkan warga beralasan tidak adanya septic tank di rumah warga khususnya di wilayah perkotaan, karena tidak memiliki lahan yang cukup.

"Meski telah memiliki jamban akan tetapi tidak memiliki septic tank maka termasuk perilaku BABS (buang air bersih sembarangan)," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Raharjo mengatakan bahwa Kabupaten Semarang belum menjadi daerah yang bebas buang air besar sembarangan (BABS) 100 persen. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help