TribunJateng/

FOCUS

Transfer dari Inggris ke Singapura

Sebanyak 81 warga negara Indonesia (WNI) terungkap memindahkan dana total 1,4 miliar dolar AS dari Guernsey, Inggris, ke Singapura.

Transfer dari Inggris ke Singapura
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabar mengenai mega transfer Rp 18,9 triliun cukup menarik perhatian. Sebanyak 81 warga negara Indonesia (WNI) terungkap memindahkan dana total 1,4 miliar dolar AS dari Guernsey, Inggris, ke Singapura.

Pemindahan itu berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Media luar negeri menulis sebagian di antaranya terkait institusi militer.

Terang uang belasan triliun itu tidak sedikit. Sebagai perbandingan, pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam APBD 2017 tercatat Rp 23,4 triliun.

Alih dana dari satu bank ke bank lain atau satu negara ke negara lain adalah sebuah kewajaran. Menjadi janggal ketika dilakukan dalam waktu bersamaan oleh sejumlah orang, bukan satu atau dua nasabah.

Terlebih asal dan tempat tujuan transfer juga sama. Total dana yang dipindahkan pun membuat lidah kita berdecak. Itulah musababnya topik itu mengemuka dalam beberapa hari terakhir.

Kejanggalan bertambah ketika dilaporkan ada penyimpangan antara profile pemilik dana dan profile usaha. Berarti terdapat perbedaan mencolok antara pendapatan resmi para nasabah dengan jumlah simpanan di rekening.

Atau secara sederhana, hanya berpenghasilan jutaan rupiah dalam setahun tapi tabungan miliaran rupiah. Dalam bualan di warung kopi sering kita dengar istilah bergaji kecil tetapi aset di mana-mana.

Isu ini menjadi menarik ketika Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan alasan di balik mega transfer itu. Hasil telisik institusi ini menyimpulkan keberadaan program pengampunan pajak di Indonesia atau tax amnesty sebagai latar belakangnya.

Kesimpulan itu sebangun dengan kecurigaan beberapa ekonom. Dalam analisis mereka, salah satu alasan warga negara menyimpan dana di luar negeri adalah menghindari pajak.

Memang ada yang melakukan lantaran motif lain semisal investasi, dana usaha atau pendidikan. Namun, jumlahnya tidak besar atau seperlunya.

Halaman
12
Penulis: abduh imanulhaq
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help