TribunJateng/

Pemilu 2019

Bawaslu Kesulitan Mengakses Sistem Informasi Parpol di KPU

Anggota Badan Pengawas Pemilu, Mochammad Afifuddin ‎mengatakan, pihaknya tidak dapat mengakes Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Bawaslu Kesulitan Mengakses Sistem Informasi Parpol di KPU
TRIBUNNEWS
Ilustrasi Pemilu 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - ‎Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin ‎mengatakan, pihaknya tidak dapat mengakes Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang menjadi syarat parpol untuk menjadi calon peserta pemilihan umum.

Padahal, menurutnya, Sipol perlu diketahui agar masyarakat tidak penasaran ‎dengan apa yang telah diisi partai politik.

"‎Wong kami juga enggak tahu kedalaman di Sipol. Setelah dapat akses juga kami cuma bisa lihat, tidak seperti mereka," kata Afifuddin di sela Media Gathering Bawaslu di Bogor, Jumat (13/10/2017).

(Baca: 3 Hari Jelang Penutupan, Belum ada Partai yang Daftarkan Diri ke KPU Kendal)

‎Namun, Afif menegaskan, Sipol menjadi hal yang patut diawasi. Itu sebabnya, sudah seharusnya publik juga tahu isi Sipol tersebut.

Saat ini, Bawaslu menerima informasi adanya dugaan jual beli KTP untuk mengisi Sipol.

"Saya sedang mengecek keterangan itu karena banyak orang akhirnya antri minta suket di Dinas Dukcapil," tuturnya.

Masih kata Afif, Bawaslu akan terus mengawasi potensi-potensi kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu. Karena ditegaskannya, sudah menjadi domain Bawaslu mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu. (tribunnews.com/muhammad zulfikar)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help