Musim Penghujan

DATA-DATA Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor di Delapan Titik di Banyumas

Hujan lebat pada Minggu siang hingga malam hari, (29/10) membuat sejumlah sungai meluap dan terjadi longsor

DATA-DATA Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor di Delapan Titik di Banyumas
tribunjateng/khoirul muzaki/BPBD Banyumas
AMBROL - Curah hujan tinggi picu pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan dan talut ambrol, serta rumah tertimpa longsor. (BPBD Banyumas) 

Di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok, talut sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi 5 meter mengalami longsor. Material longsor hinga menimbun bahu jalan.

"Selain banjir luapan, terjadi juga longsor karena hujan tinggi. Evakuasi longsoran dilakukan warga bersama petugas dan relawan,"kata Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Adhi Candra, Senin (30/10).

AMBROL -  Curah hujan tinggi picu pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan dan talut ambrol, serta rumah tertimpa longsor. (BPBD Banyumas)
AMBROL - Curah hujan tinggi picu pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan dan talut ambrol, serta rumah tertimpa longsor. (BPBD Banyumas) (tribunjateng/khoirul muzaki/BPBD Banyumas)

Sementara hari ini, Senin pagi (30/10), Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo megatakan, wilayah RT 04 RW 03 Desa Tunjung Kecamatan Jatilawang terjadi longsor.

Longsor di wilayah ini juga dipicu oleh curah hujan tinggi kemarin sore, Minggu (29/10).
Tanah di wilayah itu mengalami pergerakan dengan luas longsoran panjang kurang lebih 8 meter dan tinggi 7 meter.

Longsor tebing itu mengakibatkan terputusnya akses jalan karena badan jalan ambles dan tak bisa dilalui kendaraan.

Longsor tersebut juga menyebabkan terputusya aliran instalasi air PDAM yg mengaliri grumbul Pungkuran Rt 04 Rw 03 Desa Tunjung.

Di samping curah hujan tinggi, kondisi tanah yang labil jadi sebab utama pergerakan tanah. Pihaknya telah mengimbau warga agar tidak mendekati area longsoran untuk antisipasi hal tak diinginkan.

"Aparat keamanan dibantu oleh warga dan relawan hari ini bekerja bakti dengan membuat saluran air dan meratakan tanah, serta membersihkan sisa tanah di sekitar lokasi longsoran,"katanya

Sedangkan di Desa Windunegara Kec. Wangon, hujan deras Minggu malam (29/10), menyebabkan sebuah tiang listrik patah.

Kejadian itu pertama kali diketahui seorang penjaga penggilingan batu, Ponto (60) yang sedang duduk di pos jaga.

Ia terkejut saat tiba-tiba melihat percikan api dan ledakan sampai dua kali di lokasi tiang listrik tersebut.

Ia yang ketakutan sontak lari menjauhi tempat itu. Setelah situasi dianggapnya aman, Ponto mengecek lokasi percikan api dan melihat kabel listrik PLN sudah tergeletak di tanah. Sementara tiang listrik jaringan kabel itu patah. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved